Malam Takbiran di Bintan Semarak: Puluhan Mobil Hias dan Ratusan Motor Meriahkan Jalan Raya Sei Lekop

Penulis: Fadhli Usman  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 12:56:01 WIB
Puluhan mobil hias berkelap-kelip memeriahkan malam takbiran di Jalan Raya Sei Lekop, Bintan.

BINTAN — Suara takbir menggema di sepanjang jalan Sei Lekop, Kecamatan Gunung Kijang, saat puluhan mobil dihias lampu warna-warni dan ornamen khas Lebaran melaju perlahan. Ratusan motor dari berbagai komunitas dan warga sekitar turut memeriahkan iring-iringan pada malam takbiran di Bintan itu.

Mobil Hias dan Konvoi Motor Jadi Daya Tarik

Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Sei Lekop sejak pukul 20.00 WIB. Warga berbondong-bondong turun ke jalan, sebagian membawa anak-anak kecil yang duduk di atas mobil bak terbuka atau boncengan motor.

Mobil hias yang ikut serta didominasi kendaraan pribadi dan angkutan umum yang telah dimodifikasi. Lampu kelap-kelip, spanduk ucapan "Minal Aidin Wal Faizin", hingga pengeras suara yang memutar lantunan takbir menjadi ciri khas setiap kendaraan.

Ratusan Motor Iringi Takbir Keliling

Tak hanya mobil, konvoi motor juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan malam itu. Ratusan motor berjalan beriringan dengan kecepatan rendah, beberapa di antaranya membawa penumpang lebih dari satu orang.

Warga setempat menyebut tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun. "Setiap tahun ramai begini. Anak-anak sudah menunggu-nunggu sejak sore," ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.

Antusiasme Warga dan Pengaturan Lalu Lintas

Kemacetan sempat terjadi di beberapa titik, terutama di persimpangan utama Sei Lekop. Namun, petugas kepolisian dan satuan pengamanan setempat terlihat berjaga untuk mengatur arus kendaraan dan pejalan kaki.

Suasana tetap kondusif sepanjang acara. Warga saling bersalaman dan bermaaf-maafan di sela-sela iring-iringan, menambah kehangatan malam takbiran di Bintan.

Malam Takbiran: Tradisi yang Tak Pernah Sepi

Kegiatan malam takbiran di Bintan menjadi salah satu agenda tahunan yang paling dinantikan. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi hiburan gratis bagi warga yang tidak mudik ke kampung halaman.

Hingga menjelang tengah malam, iring-iringan masih terlihat di beberapa ruas jalan. Warga berharap tradisi ini terus lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal di Kepulauan Riau.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: deltakepri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top