Bakom Bantah Pemerintah Umumkan Agenda Kunjungan Presiden ke Italia, Sebut Hoaks Berseliweran di Medsos

Penulis: Ridwan Azhari  •  Minggu, 31 Mei 2026 | 16:27:01 WIB
Juru bicara Bakom menegaskan kunjungan Presiden ke Italia adalah hoaks yang beredar di media sosial.

KEPULAUAN RIAU — Qodari menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026). Ia merujuk pada pengumuman resmi Menteri Luar Negeri Sugiono pada 22 April 2026 yang hanya menyebutkan agenda kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis.

"Sejak awal tidak ada statement pemerintah RI bahwa Presiden akan ke Italia. Jadwal resmi memang hanya ke Prancis," ujar Qodari.

Rencana Perjalanan yang Belum Final

Menurut Qodari, apabila terdapat opsi untuk mengunjungi negara lain di sela-sela perjalanan, hal itu masih bersifat rencana awal. Statusnya belum bisa dianggap sebagai agenda resmi sebelum diumumkan secara terbuka oleh pemerintah.

"Bila di perjalanan ada rencana akan ke tujuan yang lain, itu sebatas rencana sampai ada penyampaian resmi dari pemerintah," jelasnya.

Hoaks Italia, Austria, dan Hungaria

Sebelumnya, beredar kabar di platform X yang menyebut Presiden Prabowo melanjutkan lawatan dari Prancis ke Roma, Italia. Kabar itu bahkan menyertakan narasi bahwa rencana tersebut gagal karena tidak ada pejabat tinggi negara tujuan yang menyambut.

Selain Italia, informasi palsu juga menyebutkan Kepala Negara akan singgah ke Austria dan Hungaria. Qodari menegaskan seluruh kabar tersebut tidak memiliki dasar pada pengumuman resmi pemerintah.

Kunjungan Kenegaraan ke Prancis Bersifat Resiprokal

Qodari mengingatkan bahwa kunjungan ke Prancis merupakan state visit yang bersifat timbal balik. Lawatan ini adalah balasan atas kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia pada tahun sebelumnya.

"Nota bene sebetulnya kunjungan terakhir ini adalah state visit yang merupakan balasan terhadap kunjungan dari Presiden Prancis, Macron, ke Indonesia pada tahun sebelumnya," kata Qodari.

Pemerintah, lanjutnya, selalu menyampaikan agenda perjalanan presiden secara transparan. Masyarakat diminta merujuk pada informasi resmi yang telah diumumkan sebelumnya dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Reporter: Ridwan Azhari
Sumber: akurat.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top