BATAM — Museum Batam Raja Ali Haji di Kota Batam, Kepulauan Riau, kini memiliki daya tarik baru setelah teater mini resmi beroperasi. Fasilitas ini dibangun untuk memperkuat fungsi museum sebagai pusat edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya pelajar dan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Batam.
Kepala Disbudpar Kota Batam Ardiwinata menjelaskan pembangunan teater mini tersebut merupakan bagian dari pengembangan fasilitas museum yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025. Proyek ini selesai pada akhir 2025 dan kini telah beroperasi selama kurang lebih lima bulan terakhir.
"Mini theater ini sudah mulai dibuka. Fasilitas ini tidak terpisah dari museum, tetapi menjadi bagian dari amenitas yang melengkapi Museum Batam Raja Ali Haji," kata Ardiwinata, Senin (1/6/2026).
Dengan hadirnya teater mini, pengelola berharap kunjungan ke museum meningkat dan berdampak pada pendapatan retribusi daerah. Saat ini, tiket masuk museum dibedakan berdasarkan kategori pengunjung:
Teater mini ini tidak hanya menayangkan film pendek tentang sejarah Batam dan museum itu sendiri. Ardiwinata menyebutkan, karena sifatnya digital, fasilitas ini ke depan bisa digunakan untuk pemutaran film atau kegiatan komunitas yang berkaitan dengan edukasi dan kebudayaan.
"Kami ada tampilan tetap tentang museum ini sendiri dan sejarah Batam. Karena sifatnya digital, ke depan juga bisa digunakan untuk pemutaran film atau kegiatan komunitas yang berkaitan dengan edukasi dan kebudayaan," ujarnya.
Sejak dibuka, animo masyarakat, terutama kalangan pelajar, dinilai cukup baik. Ardiwinata menyebut teater mini menjadi tambahan daya tarik bagi anak-anak sekolah ketika berkunjung ke museum.
Museum Batam Raja Ali Haji yang berdiri sekitar empat tahun lalu itu kini telah terdaftar dan terakreditasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan status museum tipe B. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan status menjadi museum tipe A.
"Ke depan kami berharap Museum Batam Raja Ali Haji dapat terus berkembang dan ditingkatkan menjadi museum tipe A. Apalagi jumlah museum di Kepulauan Riau masih terbatas, sehingga museum ini menjadi salah satu sarana penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Batam kepada masyarakat," jelas Ardi.
Museum Batam Raja Ali Haji beroperasi setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pengelola juga dapat menyesuaikan jam layanan untuk rombongan wisatawan tertentu sesuai kebutuhan.