BYD Atto 1, Changan Lumin hingga Wuling Air EV Bersaing di Harga Rp 200 Jutaan per Juni 2026

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 09:25:01 WIB
BYD Atto 1 dan Changan Lumin menyesuaikan harga di segmen mobil listrik Rp 200 jutaan per Juni 2026.

KEPULAUAN RIAU — Berdasarkan data dari laman resmi masing-masing pabrikan, konsumen Indonesia kini punya setidaknya delapan pilihan merek untuk mobil listrik berbasis baterai (BEV) di kisaran harga Rp 200 jutaan. BYD, Changan, Geely, Jaecoo, Neta, Seres, VinFast, dan Wuling tercatat sebagai pemain utama di segmen ini.

BYD Atto 1 Naik Harga, Changan Lumin Ikut Menyesuaikan

BYD membuka persaingan dengan Atto 1 varian Dynamic yang kini dibanderol Rp 205 juta, naik Rp 6 juta dari harga perdana Rp 199 juta. Varian Premium juga ikut naik menjadi Rp 245 juta dari sebelumnya Rp 235 juta. Sementara itu, Changan Lumin dipasarkan dengan harga Rp 215 juta, naik Rp 10 juta dari posisi awal.

Geely EX2 hadir dalam dua varian: Pro di harga Rp 239,9 juta dan Max di Rp 269,9 juta. Jaecoo J5 EV varian Standard melengkapi daftar dengan banderol Rp 279,9 juta.

Neta V-II Paling Mahal, Seres E1 Paling Murah

Di posisi tertinggi segmen ini, Neta V-II dibanderol Rp 299 juta. Sebaliknya, Seres E1 justru menjadi model termurah dengan harga mulai Rp 189 juta untuk tipe B-Type, sementara varian L-Type dibanderol Rp 219 juta.

Wuling Air EV tetap bertahan sebagai salah satu pemain awal dengan dua varian: Lite Standard Range Rp 214 juta dan Lite Long Range Rp 251 juta.

VinFast Tawarkan Opsi Sewa Baterai untuk Tekan Harga

Pabrikan asal Vietnam, VinFast, punya strategi berbeda. Mereka memasarkan tiga model di rentang harga ini—VF3, VF5, dan VF e34—dengan mayoritas mengandalkan skema sewa baterai. VF3 misalnya, dijual Rp 152 juta dengan skema sewa baterai, atau Rp 192,28 juta jika baterai jadi milik konsumen. VF5 dibanderol Rp 212 juta (sewa baterai) dan Rp 272,35 juta (baterai milik), sementara VF e34 dengan sewa baterai dijual Rp 283 juta.

Pilihan Semakin Banyak, Konsumen Diuntungkan

Dengan delapan merek yang saling bersaing, konsumen Indonesia punya lebih banyak opsi untuk beralih ke kendaraan listrik di kelas harga terjangkau. Setiap pabrikan menawarkan pendekatan berbeda, mulai dari harga outright hingga skema sewa baterai, yang bisa disesuaikan dengan preferensi dan anggaran masing-masing.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: otomotif.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top