BATAM — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Batam sejak beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah ruas jalan utama tergenang. Kawasan Simpang Kepri Mall, Batam Centre, menjadi salah satu lokasi yang terdampak paling parah. Genangan air yang cukup tinggi membuat sejumlah kendaraan terjebak dan arus lalu lintas mengalami kemacetan panjang.
Petugas kepolisian langsung turun ke lapangan untuk membantu pengendara yang kesulitan melintas serta mengatur lalu lintas di titik-titik kemacetan. Belum ada laporan resmi mengenai jumlah pasti kendaraan yang terdampak atau korban jiwa akibat banjir ini.
LINGGA — Tidak hanya banjir, cuaca ekstrem juga memicu terjadinya angin puting beliung di Kabupaten Lingga. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba merusak sejumlah rumah warga, dengan bagian atap rumah beterbangan dan menyebabkan kerugian material yang cukup besar.
Warga bersama aparat setempat bahu-membahu melakukan pembersihan dan perbaikan pascabencana. Proses gotong royong ini menjadi respons cepat masyarakat untuk memulihkan kondisi lingkungan tempat tinggal mereka yang rusak.
Selain banjir akibat hujan deras, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob. Fenomena astronomi Super New Moon diperkirakan meningkatkan pasang maksimum air laut di wilayah pesisir.
Peringatan ini berlaku untuk wilayah Batam, Lingga, Karimun, dan Tanjungpinang pada periode 11 hingga 23 Juni 2026. Masyarakat yang tinggal di pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
Rangkaian bencana ini memunculkan kembali sorotan terhadap pentingnya mitigasi bencana di Kepulauan Riau. Perbaikan sistem drainase di berbagai daerah menjadi isu mendesak yang perlu segera ditangani oleh pemerintah kota dan kabupaten.
Masyarakat diimbau untuk terus waspada dan menghindari aktivitas di daerah rawan banjir serta kawasan pesisir saat cuaca buruk berlangsung. Informasi resmi dari BMKG menjadi rujukan utama untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.