BATAM — Dzaki Fatih Maulana, siswa kelas XII Cambridge MAN 1 Kota Batam, menembus seleksi ketat beasiswa luar negeri untuk kuliah di Harbin Institute of Technology (HIT), China. Ia akan menempuh program S1 di jurusan Computer Science and Technology, salah satu program unggulan di universitas teknologi terkemuka dunia tersebut.
Kepala MAN 1 Kota Batam, Rudy Hartono, S.Ag., M.M., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian anak didiknya itu. Ia menyebut Dzaki sebagai pionir dari madrasah yang akan menjadi inspirasi bagi lulusan tahun-tahun berikutnya.
Proses Seleksi Ketat dan Dukungan Kelas Cambridge
Dzaki mengaku proses seleksi yang ia lalui sangat ketat dan sempat membuatnya tegang. Namun, bekal pembelajaran di kelas internasional Cambridge MAN 1 Batam serta lingkungan yang kompetitif membuatnya optimistis bisa bersaing.
"Sejujurnya ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Proses seleksinya sangat ketat dan sempat membuat tegang. Namun, bekal pembelajaran, lingkungan yang kompetitif, serta bimbingan dari guru-guru di kelas Cambridge MAN 1 Batam membuat saya optimistis," ujar Dzaki saat ditemui.
Jurusan Computer Science di HIT: Salah Satu Terbaik Dunia
Ia menambahkan bahwa jurusan Computer Science di HIT adalah salah satu yang terbaik di dunia. Dzaki bertekad menyerap ilmu teknologi sebanyak-banyaknya agar nanti bisa kembali dan berkontribusi untuk kemajuan teknologi di Indonesia.
"Saya ingin menyerap ilmu teknologi di sana sebanyak-banyaknya agar nanti bisa kembali dan berkontribusi untuk kemajuan teknologi di Indonesia. Terima kasih untuk orang tua dan semua guru yang selalu mendoakan saya," kata Dzaki dengan mata berbinar.
Madrasah Cetak Lulusan Berdaya Saing Global
Keberhasilan Dzaki sekaligus membuktikan bahwa program kelas internasional (Cambridge) yang diselenggarakan MAN 1 Kota Batam mampu mencetak lulusan berdaya saing global. Hal ini selaras dengan slogan madrasah: "Creating A Successful Quranic Generation".
Pihak madrasah berharap prestasi Dzaki Fatih Maulana ini dapat memotivasi seluruh siswa madrasah lainnya di Batam dan Kepulauan Riau untuk berani bermimpi besar dan melanjutkan pendidikan tinggi hingga ke luar negeri.