KEPULAUAN RIAU — Rapat akan digelar secara fisik di Function Room Lantai 6 Grha Baramulti, Jakarta Pusat, mulai pukul 14.00 WIB, dengan opsi elektronik lewat eASY.KSEI. Dua hal yang paling dinanti investor adalah penetapan penggunaan laba bersih (mata acara kedua) dan perubahan susunan dewan komisaris serta direksi (mata acara kelima).
BSSR sudah membagikan dividen untuk tahun buku 2024 secara bertahap: interim I sebesar USD 30 juta (Rp 178,78 per saham) pada November 2024, interim II sebesar USD 25 juta (Rp 154,40 per saham) pada Januari 2025, dan dividen final USD 20 juta (Rp 123,82 per saham) pada Juni 2025 lalu. Totalnya USD 75 juta — angka yang sama persis dengan total dividen tahun buku 2023.
Pada tahun buku 2023, pola distribusinya juga dua tahap: interim USD 20 juta (Januari 2024) dan final USD 55 juta (Juni 2024). Konsistensi inilah yang membuat angka psikologis USD 75 juta menjadi standar yang ditunggu pasar. Apakah BSSR bisa mempertahankan rasio pembagian dividen tahun ini? Jawabannya akan diketahui setelah RUPS.
Selain dividen, perombakan susunan pengurus menjadi sorotan. Dalam dokumen pemanggilan RUPS, direksi menyebut agenda perubahan ini dilakukan karena adanya pengunduran diri dan pengangkatan anggota baru dewan komisaris dan/atau direksi. Ini menjadi perubahan kedua berturut-turut setelah tahun lalu Jeong Woo Yoo masuk menggantikan Gi Ock Han di jajaran komisaris.
Pergantian yang terjadi dua tahun beruntun memicu tanda tanya di kalangan investor. Apakah ini bagian dari penyegaran strategi operasional atau cerminan dinamika internal yang perlu diantisipasi? Terlebih, industri batu bara saat ini tengah menghadapi tekanan dari transisi energi global dan fluktuasi harga komoditas.
Hasil keputusan dari Grha Baramulti besok akan menjadi penentu arah pergerakan saham BSSR di bursa. Bagi para pemburu dividen, inilah momentum untuk melihat apakah emiten ini tetap menjadi magnet utama atau mulai melambat. Semua akan terjawab setelah pukul 14.00 WIB, 15 Juni 2026.