KEPULAUAN RIAU — Sebanyak 660 saham berhasil mencatatkan penguatan pada sesi pertama hari ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp17,20 triliun. Volume saham yang diperdagangkan mencapai 33,25 miliar lembar saham dalam 1,92 juta kali frekuensi perpindahan tangan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi di 6.313,79 sebelum akhirnya ditutup sedikit di bawahnya.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin penguatan di jajaran BUMN dengan melesat 210 poin (5%) ke level Rp4.410 per saham. Disusul PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 5,9% ke Rp3.770, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang menguat 4,21% ke posisi Rp2.970 per saham.
Di sektor komoditas, PT Timah Tbk (TINS) melonjak 7,88%, sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 7,72% ke level Rp3.070. Saham tambang lain seperti BRMS melesat 24,5%, BUMI naik 17,8%, dan AMMN menguat 15,7%. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga turut menghijau dengan kenaikan 2,80%.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat sentimen positif dari tercapainya perdamaian AS-Iran turut mendorong penguatan di bursa Asia. Seluruh indeks sektoral tercatat menguat, dengan IDX Basic dan IDX Energy menjadi pendorong utama.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa performa saham pelat merah merupakan refleksi dari transformasi menyeluruh yang membuahkan hasil positif. "Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (15/6).
Dony menambahkan, investor pada akhirnya akan tetap rasional melihat realitas kinerja BUMN yang kini lebih sehat, efisien, dan menguntungkan. "Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan," pungkasnya.
Menurut Danantara, posisi terbaik BUMN saat ini menjadi landasan kuat untuk terus mengakselerasi penciptaan nilai dan memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi investor. Tren positif ini diproyeksikan berlanjut seiring membaiknya sentimen global dan fundamental ekonomi domestik yang solid.