NATUNA — Sejak pagi, Gedung Serba Guna Desa Tapau dipenuhi warga dari berbagai generasi. Mereka datang untuk menyaksikan pawai budaya yang menampilkan beragam ekspresi seni dan tradisi lokal. Barisan peserta berjalan penuh semangat, membawa pesan bahwa budaya adalah identitas yang harus diwariskan.
Puncak acara adalah prosesi Grebek Gunungan, sebuah tradisi syukuran yang sarat makna. Gunungan berisi hasil bumi dan berbagai simbol kemakmuran itu menjadi lambang rasa terima kasih masyarakat atas rezeki yang diterima. Tradisi ini sekaligus menggambarkan eratnya hubungan sosial antarwarga yang menjadi kekuatan utama kehidupan desa.
Di tengah kemeriahan, penampilan pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) turut memikat perhatian. Gerakan tegas dan penuh filosofi itu mengingatkan bahwa budaya tidak hanya hadir dalam upacara adat, tetapi juga melalui seni bela diri yang mengajarkan disiplin, persaudaraan, dan penghormatan terhadap tradisi.
Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa budaya merupakan jati diri daerah yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, pagelaran seperti ini menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mencintai warisan leluhur.
"Kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga memiliki dampak lebih luas. Nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan rasa persatuan tumbuh melalui keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan," ujar Jarmin Sidik.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, Kakansar Natuna Abdul Rahman, Kepala BMKG Ranai Rafael Alesandro Marbun, Ketua Lembaga Adat Melayu Natuna Wan Suhardi, serta Kepala Desa Tapau Sudiono.
Pawai Budaya dan Grebek Gunungan di Desa Tapau membuktikan bahwa tradisi tetap memiliki tempat yang kuat dalam kehidupan masyarakat modern. Lewat kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan warga, budaya tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dihidupkan sebagai sumber inspirasi untuk membangun Natuna yang harmonis dan berdaya saing.