BATAM — Alokasi anggaran untuk tiga sektor prioritas, yakni puskesmas, jalan lingkungan, dan drainase, menjadi bukti bahwa Pemkot Batam mendengar keluhan warganya. Kebijakan ini diambil di saat isu pembangunan rumah dinas wali kota masih menjadi perdebatan di kalangan DPRD dan masyarakat.
Pemkot Batam mengalokasikan dana khusus untuk revitalisasi puskesmas di sejumlah kecamatan. Fokus utama adalah peningkatan fasilitas rawat jalan dan pengadaan alat kesehatan dasar yang selama ini terbatas. Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa banyak warga lebih memilih berobat ke klinik swasta karena puskesmas dianggap kurang representatif.
Perbaikan jalan di lingkungan perumahan dan normalisasi drainase menjadi prioritas kedua. Pemkot mencatat bahwa keluhan terbesar dari warga selama musim hujan adalah genangan air dan jalan rusak yang menghambat akses ekonomi. Proyek ini akan menyasar 12 titik prioritas di Kecamatan Batam Kota, Batu Aji, dan Sekupang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batam menyebutkan bahwa pengerjaan drainase akan dimulai pada triwulan ketiga tahun ini. “Kami targetkan selesai sebelum musim hujan puncak di akhir tahun,” ujarnya dalam rapat koordinasi pekan lalu.
Keputusan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik yang dilayangkan sejumlah anggota DPRD Batam terkait rencana pembangunan rumah dinas wali kota yang dinilai tidak prioritas. Beberapa fraksi menilai alokasi anggaran untuk fasilitas pejabat seharusnya ditunda dan dialihkan untuk infrastruktur publik yang lebih mendesak.
Pemkot Batam menegaskan bahwa pembangunan rumah dinas tetap masuk dalam rencana jangka panjang, namun untuk tahun ini fokus utama adalah pelayanan dasar warga. “Kami tidak menutup mata terhadap kebutuhan warga. Puskesmas, jalan, dan drainase adalah tiga hal yang langsung dirasakan manfaatnya,” kata juru bicara Pemkot Batam dalam keterangan tertulis.
Warga di Kecamatan Batu Aji menyambut baik keputusan ini. Mereka berharap perbaikan drainase dapat mengatasi banjir yang kerap merendam pemukiman setiap kali hujan deras. Sementara itu, warga di Sekupang mengeluhkan akses jalan yang berlubang dan berdebu saat kemarau. “Kalau jalan mulus, anak-anak sekolah dan pedagang kecil tidak susah,” ujar seorang warga setempat.