TANJUNGPINANG — Sebanyak 30.476 siswa tercatat mendaftar pada SPMB SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027 di Provinsi Kepulauan Riau. Dari jumlah tersebut, 26.602 siswa telah dinyatakan diterima, sementara 3.874 siswa lainnya masih menunggu kepastian lantaran terkendala kuota dan kelengkapan dokumen.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung, merinci total pendaftar terdiri dari 15.229 siswa SMA dan 15.247 siswa SMK. Daya tampung yang disediakan mencapai 35.452 kursi, sehingga secara kuantitas masih tersedia ruang bagi ribuan siswa yang belum mendapat tempat.
Dari 26.602 siswa yang sudah diterima, rinciannya 14.374 siswa SMA dan 12.228 siswa SMK, tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri. Adapun 3.874 siswa yang belum diterima terdiri dari 855 siswa SMA dan 3.019 siswa SMK.
Andi Agung menjelaskan, faktor utama siswa belum diterima adalah kuota daya tampung di sekolah tujuan sudah penuh. Selain itu, ada pula dokumen persyaratan yang belum lengkap atau bermasalah saat diunggah melalui sistem daring.
“Mereka akan diarahkan atau memilih sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota daya tampung siswa, tanpa perlu mengunggah berkas persyaratan pendaftaran SPMB lagi,” ujar Andi Agung di Pulau Dompak, Senin (29/6/2026).
Disdik Kepri membuka penerimaan SPMB tahap kedua pada 6-8 Juli 2026. Ribuan siswa yang belum diterima di tahap pertama bisa mengikuti proses ini tanpa harus mengunggah ulang dokumen. Mereka cukup memilih sekolah yang masih memiliki sisa kuota.
Kebijakan ini diharapkan bisa menampung seluruh lulusan SMP yang ingin melanjutkan ke jenjang SMA dan SMK di Kepri.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kepri, Bobby Jayanto, mengingatkan agar SPMB tahun ini benar-benar bersih dari praktik percaloan atau tekanan dari pihak tertentu. Ia menyebut tahun sebelumnya masih ada kekurangan, seperti adanya oknum yang memaksa agar anaknya masuk ke sekolah tertentu.
“SPMB tahun ini sudah lebih baik daripada tahun sebelumnya yang masih terdapat kekurangan, seperti adanya pihak-pihak yang memaksa agar anaknya masuk ke sekolah tertentu, bahkan sekolah harus membuka kelas pagi sampai siang hari,” kata Bobby saat menghadiri rapat pleno rekapitulasi SPMB.
Legislator dari Daerah Pemilihan Kota Tanjungpinang ini juga meminta Disdik memastikan seluruh lulusan SMP tertampung. Ia menyarankan orangtua yang belum paham mekanisme pendaftaran daring untuk menghubungi call center yang telah disediakan.
“Kita harus maklumi, belum tentu semua orangtua memahami sistem penerimaan murid baru, apalagi secara online. Makanya Disdik buka call center untuk mempermudah orangtua siswa bertanya seputar SPMB,” ucapnya.