Maroko Bungkam Kanada 3-0, Jadi Tim Afrika Pertama yang Dua Kali ke Perempat Final Piala Dunia

Penulis: Mahsyar Hamdani  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 02:35:31 WIB
Maroko tampil solid dan raih kemenangan 3-0 atas Kanada di Piala Dunia 2026.

KEPULAUAN RIAU — Duel di Stadion Al Thumama, Doha, berjalan sengit sejak menit awal. Kanada yang tampil agresif langsung menekan pertahanan Maroko, membuat skuad asuhan Mohamed Ouahbi kesulitan mengembangkan permainan. Namun, gempuran demi gempuran tim asuhan John Herdman berhasil diredam barisan belakang Maroko yang disiplin.

Gol Kedua Ounahi dan Pameran Transisi Cepat

Gawang Maroko akhirnya kebobolan di menit ke-51. Achraf Hakimi melepas umpan tendangan bebas dari sisi kiri, bola disambar Azzedine Ounahi dengan sepakan first-time yang tak mampu dihalau kiper Kanada. Itu menjadi gol pertama Ounahi di turnamen ini, sekaligus membuka keran gol Maroko.

Kanada, yang kehabisan tenaga setelah pressing tinggi di babak pertama, mulai kehilangan kendali. Maroko memanfaatkan situasi transisi dengan sempurna. Di menit ke-67, Chemsdine Talbi dan Brahim Díaz memimpin serangan balik cepat sebelum Ounahi menuntaskannya menjadi gol keduanya malam itu. Soufiane Rahimi menutup pesta dengan gol ketiga di masa injury time, memanfaatkan umpan terobosan Díaz lainnya.

Di Balik Kemenangan: Warisan Regragui dan Sentuhan Ouahbi

Kemenangan ini tak lepas dari kontroversi di tubuh federasi Maroko. Pelatih sebelumnya, Walid Regragui, yang membawa Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022, dipecat pada Februari 2026 setelah Piala Afrika 2025 yang berakhir ricuh. Ia digantikan Mohamed Ouahbi, mantan asisten Anderlecht yang sebelumnya sukses membawa tim U-20 Maroko juara Piala Dunia U-20.

Ouahbi dihadapkan pada ekspektasi besar. Regragui hanya kalah dalam empat dari 49 pertandingan, termasuk semifinal dan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2022. Namun, gaya bermain pragmatis Regragui mulai menuai kritik, terutama setelah kekalahan di final Piala Afrika 2025 dari Senegal. "Apakah dia terlalu defensif, atau begitulah cara Maroko harus bermain?" tulis laporan Guardian yang dikutip dalam artikel ini.

Ouahbi kemudian menerapkan gaya menyerang yang lebih progresif. Namun, saat melawan Kanada, Maroko justru tampil pragmatis—mirip era Regragui—dengan mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik kilat. "Ini adalah smash and grab klasik dari tim yang paham keterbatasannya," tulis laporan tersebut.

Kanada Gigit Jari, Maroko ke Perempat Final

Kanada membayar mahal pemborosan peluang. Tani Oluwaseyi nyaris mencetak gol di babak pertama, namun sepakannya digagalkan kiper Yassine Bounou dengan penyelamatan kaki gemilang. Setelah gol pertama Maroko, semangat Kanada luntur. Mereka tak mampu lagi menciptakan peluang berbahaya.

Kemenangan ini membuat Maroko melaju ke perempat final untuk kedua kalinya setelah pencapaian serupa di Piala Dunia 2022. Mereka menunggu pemenang antara Brasil vs Kamerun. Sementara itu, Kanada harus angkat koper dari turnamen setelah finis di posisi ketiga Grup E dengan hanya mengoleksi satu poin.

Reporter: Mahsyar Hamdani
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top