BATAM — Pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang memasuki tahap krusial, yakni pemenuhan persyaratan administrasi dan teknis. BP Batam memastikan seluruh proses perizinan, termasuk Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), sedang diselesaikan sebelum konstruksi fisik dimulai.
Saat ini, pekerjaan di lapangan terfokus pada pemagaran kawasan serta penanganan awal melalui pengendalian dan pencegahan potensi banjir. Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pembangunan tidak akan dimulai sebelum seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai.
"Kami tidak ingin pembangunan dimulai tanpa seluruh aspek hukum dan teknis dipastikan selesai. Dengan begitu, pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mematuhi regulasi yang ada," ujar Amsakar, Minggu (2/8/2026).
Kehadiran sekolah ini bukan sekadar membangun gedung, melainkan investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Amsakar menyebut program ini membuka peluang bagi anak-anak dengan keterbatasan ekonomi untuk mengakses pendidikan berkualitas secara gratis.
"Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar bagi pembangunan Batam, khususnya dalam menyiapkan generasi penerus yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," tambahnya.
Konsep pendidikan yang ditawarkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan praktis. Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi bekal utama dalam proses belajar-mengajar untuk meningkatkan daya saing di era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Pemerintah ingin agar anak-anak dari keluarga prasejahtera juga mendapat pendidikan yang layak sehingga mereka mendapat bekal yang mumpuni dalam menghadapi tantangan kompetensi di dunia kerja," pesan Li Claudia.
Selain keterampilan, pembentukan karakter bangsa juga menjadi prioritas dalam kurikulum sekolah yang berdiri di atas HPL BP Batam tersebut. Sekolah Terintegrasi Merah Putih ini merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap kemajuan generasi emas 2045.
Dalam setiap tahapan persiapannya, BP Batam mengedepankan pendekatan komunikasi yang humanis dengan masyarakat sekitar. Seluruh proses dipastikan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan agar pembangunan dapat terlaksana tanpa hambatan.
Setelah seluruh proses perizinan selesai, pembangunan fisik akan dilaksanakan secara bertahap dengan target penyelesaian pada 2028. Sekolah ini nantinya akan didukung berbagai sarana dan prasarana modern yang menunjang pembelajaran, pengembangan bakat, hingga peningkatan kompetensi siswa.