KEPULAUAN RIAU — Pertandingan krusial di Grup A ini menjadi penentu posisi Indonesia di klasemen. Saat ini, Singapura memimpin dengan tujuh poin dari tiga pertandingan, disusul Garuda di posisi kedua dengan enam poin. Vietnam tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin, sehingga laga di Kabupaten Bogor ini ibarat final awal bagi kedua tim.
Jika berhasil memetik tiga poin penuh, total poin Indonesia menjadi sembilan. Keunggulan ini tak lagi bisa dikejar Vietnam yang hanya punya peluang maksimal tujuh poin di laga pamungkas melawan Kamboja.
Konsekuensinya, laga terakhir kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat (7/8/2026), hanya menentukan status juara grup. Skuad Garuda cukup bermain imbang untuk memastikan posisi puncak klasemen akhir Grup A.
Skenario imbang membuat Indonesia mengoleksi tujuh poin, unggul dua angka atas Vietnam. Meski posisi aman, kelolosan belum terkunci. Kemenangan atas Singapura di laga terakhir otomatis mengantar Indonesia ke semifinal sebagai juara grup dengan 10 poin.
Namun, bahaya mengintai jika laga kontra Singapura berakhir imbang. Regulasi tiebreaker alias head-to-head akan berlaku jika ketiga tim—Indonesia, Singapura, dan Vietnam—finis dengan jumlah poin sama. Lebih fatal lagi, kekalahan dari Singapura memastikan langkah Indonesia terhenti di fase grup.
Kekalahan di kandang sendiri akan menempatkan Indonesia di peringkat ketiga dengan enam poin, sementara Vietnam dan Singapura sama-sama mengemas tujuh poin. Posisi ini membuat laga kontra Singapura menjadi do-or-die.
Indonesia wajib menang untuk mengumpulkan sembilan poin. Hasil tersebut diprediksi cukup untuk melaju sebagai runner-up Grup A, mendampingi Vietnam yang berpeluang besar menjadi juara grup. Sebaliknya, hasil imbang atau kekalahan di Kallang memastikan gugurnya Rizky Ridho dan kawan-kawan dari turnamen dua tahunan ini.