Pemprov Kepri Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah dari Kemendagri, Insentif Rp 1,5 Miliar Masuk Kas Daerah

Penulis: Fadhli Usman  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:11:31 WIB
Pemprov Kepri menerima penghargaan pengelolaan sampah dari Kemendagri, disertai insentif Rp 1,5 miliar yang masuk ke kas daerah.

BATAM — Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Pemprov Kepri dalam mendorong kebersihan lingkungan melalui program gotong royong yang melibatkan masyarakat secara langsung. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut insentif ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan pelecut semangat untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pembangunan dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ansar dalam keterangan resmi yang dikutip dari laman Pemprov Kepri, Kamis (13/8/2026).

Gotong Royong Jadi Kunci Sukses Kepri

Keberhasilan ini tidak lepas dari penguatan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digencarkan di seluruh kabupaten/kota. Program ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif warga dalam menjaga kebersihan, bukan hanya mengandalkan peran pemerintah daerah.

Ansar menegaskan bahwa pengelolaan sampah dan lingkungan asri merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pihaknya terus mendorong gotong royong agar menjadi budaya masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial.

“Pengelolaan sampah dan lingkungan asri merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, gotong royong terus kita dorong agar menjadi gerakan bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Posisi Strategis Kepri sebagai Gerbang Wisatawan

Penghargaan ini dinilai relevan dengan posisi Kepri sebagai wilayah perbatasan dan pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kebersihan lingkungan menjadi faktor krusial dalam mendukung sektor pariwisata dan kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat.

Data kunjungan wisatawan menguatkan pentingnya citra kebersihan daerah. Pada 2025, Kepri mencatat sekitar 4,2 juta kunjungan wisatawan nusantara dan sekitar 2 juta wisatawan mancanegara. Jumlah kunjungan wisman tersebut menempatkan Kepri di posisi ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan Bali.

“Kepri memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia di kawasan perbatasan. Karena itu, kebersihan, lingkungan yang asri, pelayanan publik dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan menjadi bagian penting dari pembangunan daerah,” tutur Ansar.

Insentif Jadi Modal Perkuat Program Lingkungan

Dana insentif Rp 1,5 miliar yang masuk ke kas daerah diharapkan dapat dialokasikan untuk memperkuat program pengelolaan sampah berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut nyata dari apresiasi yang diberikan pemerintah pusat.

Ansar berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai capaian administratif, tetapi mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mempertahankan budaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ia juga berharap capaian ini menginspirasi daerah lain di regional Sumatera untuk terus berinovasi.

“Semoga apresiasi ini semakin memperkuat semangat pemerintah daerah di regional Sumatera untuk terus bekerja, berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Fadhli Usman
Sumber: alurnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top