NATUNA — Penanggung Jawab Program Gizi Dinkes Kabupaten Natuna, Abdurrohim, menyatakan kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah mencegah bertambahnya penderita stunting baru. Materi yang disampaikan kepada para ibu hamil berfokus pada teknik menyusui dan pentingnya asupan air susu ibu bagi tumbuh kembang bayi.
"Materi yang disampaikan tadi tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif dan cara memberikan ASI kepada bayi," ucap Abdurrohim di Natuna, Jumat.
Kepala Puskesmas Pulau Tiga, Dina Inari Memoriny, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kelas ibu hamil yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Berbeda dari pertemuan biasa, kali ini tenaga kesehatan memilih metode jemput bola dengan mendatangi rumah-rumah sasaran.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari kelas ibu hamil," kata Dina.
Metode kunjungan langsung ini dipilih untuk memastikan ibu hamil dan balita yang mengalami masalah gizi tetap mendapatkan pendampingan. Selain materi ASI, para peserta juga mendapat pemahaman tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Dalam edukasi tersebut, tenaga kesehatan tidak hanya menekankan manfaat ASI, tetapi juga mempraktikkan cara pemberian ASI dengan posisi yang benar. Hal ini dinilai krusial agar proses menyusui berjalan optimal dan bayi mendapatkan nutrisi secara maksimal.
"Kunjungan itu dilakukan terhadap ibu hamil dan balita bermasalah dengan gizi," ucap Dina.
Upaya ini menjadi salah satu intervensi spesifik yang dilakukan Pemkab Natuna untuk menurunkan prevalensi stunting di wilayah kepulauan. Dengan pendekatan langsung ke rumah warga, diharapkan tidak ada lagi ibu hamil yang terlewat dari pemantauan kesehatan.