BATAM — Komitmen itu ditegaskan Amsakar saat mengikuti rapat koordinasi Pemantauan dan Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah secara virtual, kemarin. Rakor tersebut secara khusus membahas penguatan koordinasi pusat dan daerah agar program MBG berjalan efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.
“Kami siap menyelaraskan kebijakan daerah untuk mendukung tata kelola Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Amsakar dalam keterangan resminya.
Langkah awal yang disiapkan Pemkot Batam mencakup tiga hal utama. Pertama, pemetaan data penerima manfaat yang akurat di tingkat kelurahan. Kedua, pengawasan ketat terhadap rantai pasok pangan lokal. Ketiga, kesiapan fasilitas pendukung di lokasi pelaksanaan.
Amsakar menilai sinergi antara pemerintah pusat, Pemkot Batam, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program ini. Ia memastikan jajarannya akan bergerak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain aspek pemenuhan gizi, program MBG dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penyedia bahan pangan lokal menjadi salah satu efek berganda yang diharapkan dari program nasional ini.
“Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan,” katanya menegaskan.
Dengan persiapan yang matang, Pemkot Batam optimistis program MBG dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi warga, khususnya anak-anak sekolah dan ibu hamil yang menjadi sasaran utama penerima manfaat.