KEPULAUAN RIAU — Gempa berkekuatan signifikan yang melanda NTT tidak hanya merobohkan bangunan, tetapi juga melumpuhkan jaringan telekomunikasi darat. Menyadari hal itu, Telkom Indonesia langsung mengerahkan armada satelit milik anak usahanya, Telkomsat, ke lokasi-lokasi kritis yang putus komunikasi.
Bantuan difokuskan di 17 titik yang tersebar di kabupaten terdampak, termasuk Labuan Bajo yang menjadi pusat koordinasi. Layanan ini tidak hanya digunakan warga untuk menghubungi keluarga, tetapi juga dipakai petugas gabungan untuk mengoordinasikan bantuan di lapangan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, perangkat VSAT (Very Small Aperture Terminal) dipasang di lokasi strategis seperti kantor pemerintahan, posko utama, dan titik pengungsian. Perangkat ini memancarkan sinyal internet yang bisa diakses publik secara gratis selama masa tanggap darurat.
Pengerahan dilakukan bertahap mengingat akses ke sejumlah lokasi terpencil terhambat longsor. Tim teknis Telkomsat diterjunkan bersama personel lapangan untuk memastikan perangkat beroperasi maksimal, termasuk di wilayah yang aliran listriknya belum pulih.
Kehadiran layanan satelit ini menjadi penopang utama karena jaringan serat optik dan menara BTS di beberapa titik dilaporkan rusak akibat pergeseran tanah.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam menjaga ketahanan infrastruktur digital nasional. Perusahaan pelat merah itu berkoordinasi dengan BNPB, TNI-Polri, serta pemerintah daerah setempat untuk memetakan wilayah yang paling membutuhkan prioritas koneksi.
Bagi warga di pengungsian, layanan ini dimanfaatkan untuk mengakses informasi resmi, mendaftar bantuan, hingga sekadar memberi kabar ke sanak saudara di luar NTT. Sementara itu, bagi relawan, koneksi stabil berarti data korban dan kebutuhan logistik bisa dilaporkan secara real-time.
Telkom memastikan dukungan ini akan berlangsung hingga jaringan darat pulih sepenuhnya. Perusahaan juga menyiagakan tim monitoring untuk mengantisipasi potensi gempa susulan yang bisa kembali mengganggu infrastruktur.
Pemulihan pascabencana memang butuh waktu, tetapi kepastian akses komunikasi menjadi fondasi awal agar bantuan bisa mengalir cepat dan tepat sasaran.