BINTAN — Sebanyak 50 paket sembako tiba di Desa Pangkil, Kecamatan Teluk Bintan, sebagai wujud nyata kehadiran program Bintan Peduli dari BAZNAS Kabupaten Bintan. Penyaluran dilakukan langsung di tengah masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil laut dan aktivitas ekonomi musiman.
Bantuan yang dibagikan pada Rabu (19/8/2026) itu menyasar warga yang membutuhkan, dengan harapan dapat menopang kebutuhan pangan harian mereka. Kehadiran paket sembako ini pun tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi penguat harapan di tengah sulitnya ekonomi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Bintan, Drs. H. Suryono, menegaskan bahwa program ini adalah wujud pengelolaan zakat yang amanah. Dana yang dihimpun dari para muzaki (pembayar zakat) disalurkan kembali kepada mereka yang berhak menerimanya.
“Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat yang telah menunaikan zakat. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat dan benar-benar membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Suryono dalam sambutannya.
Desa Pangkil yang berada di Kecamatan Teluk Bintan merupakan salah satu wilayah dengan akses ekonomi yang terbatas. Bantuan seperti ini menjadi penting karena harga kebutuhan pokok yang terus bergerak naik tidak sebanding dengan pendapatan harian warga.
Suryono berharap semangat berbagi ini terus tumbuh di tengah masyarakat Bintan. Menurutnya, zakat bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga instrumen sosial yang memperkuat kepedulian dan meningkatkan kesejahteraan.
“Semoga bantuan ini membawa keberkahan, memberikan manfaat bagi penerima, serta menumbuhkan harapan bagi masyarakat Desa Pangkil,” katanya.
Program Bintan Peduli menjadi bukti bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Dari Pangkil, semangat berbagi itu terus mengalir, menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Bintan sendiri secara berkala menyalurkan bantuan ke berbagai desa di wilayah kepulauan. Sebelumnya, program serupa juga telah menjangkau warga di Mantang dengan menyasar guru ngaji dan anak yatim.