KEPULAUAN RIAU — Standar keamanan vaksin yang diterapkan di Indonesia ternyata diakui dunia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi melatih 14 delegasi dari Food and Drugs (FDA) Ghana dan Noguchi Memorial Institute for Medical Research terkait pengawasan obat dan vaksin.
Pelatihan yang berlangsung selama 14 hari ini menjadi langkah strategis memperluas kerja sama ke negara Afrika lainnya. Indonesia tidak hanya menjadi penerima teknologi, tetapi kini berbagi ilmu dengan negara lain.
Sebelumnya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan BPOM sebagai WHO Listed Authority (WLA). Pengakuan ini menjadi bukti bahwa sistem pengawasan obat dan vaksin di Indonesia sudah memenuhi standar internasional yang ketat.
Bagi Mama, ini berarti vaksin yang diberikan kepada si Kecil di posyandu, puskesmas, atau rumah sakit telah melalui proses pengawasan kualitas yang berlapis. Bukan hanya aman, tetapi juga berkhasiat dan diproduksi sesuai pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Kepercayaan ini pula yang membuat negara seperti Ghana tertarik belajar langsung dari Indonesia. Mereka ingin memastikan vaksin yang diproduksi lokal di negara mereka juga aman dan berkualitas.
Kepala BPOM RI, Prof Taruna Ikrar, menyebut Ghana sebagai pintu gerbang untuk Afrika. Dengan populasi 36-40 juta jiwa dan total penduduk Afrika mencapai 1,6 miliar, potensi kerja sama ini sangat besar.
Selama pelatihan, delegasi Ghana mendalami berbagai aspek penting. Mulai dari pedoman CPOB/GMP, pengawasan uji klinis, prosedur izin edar, pengujian laboratorium, hingga pelulusan bets (batch release) sesuai rekomendasi WHO.
"Program pelatihan ini sangat penting bagi kami untuk memastikan bahwa vaksin yang diproduksi secara lokal di Ghana aman, berkhasiat, dan berkualitas baik," ungkap perwakilan FDA Ghana, Patrick Owusul Danso.
Ketika mendengar kata "vaksin", wajar jika Mama bertanya-tanya soal keamanannya. Kabar baiknya, sistem pengawasan Indonesia justru menjadi rujukan negara lain. Ini berarti vaksin yang beredar di Tanah Air sudah melewati pemeriksaan ketat oleh lembaga yang dipercaya dunia.
BPOM juga merencanakan kerja sama serupa dengan Afrika Selatan, Nigeria, dan Ethiopia. Langkah ini merupakan kelanjutan komitmen pada Forum Indonesia-Afrika sekaligus memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
Jadi, saat jadwal imunisasi si Kecil tiba, Mama bisa lebih tenang. Jangan ragu untuk bertanya kepada tenaga kesehatan tentang jenis vaksin yang akan diberikan—Mama berhak mendapat informasi lengkap demi kesehatan buah hati.