BATAM — Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas bersama Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Dari total 19 pekerjaan perbaikan jalan yang direncanakan, 12 ruas telah rampung dikerjakan.
Sejumlah ruas yang sudah selesai ditangani antara lain Jalan Gadjah Mada di depan Southlink serta jalan di atas underpass Yos Sudarso. Adapun pekerjaan yang masih berlangsung mencakup peningkatan jalan menuju landing point Fly Over Sei Ladi dan Fly Over Madani.
Persoalan banjir juga menjadi fokus utama dalam program ini. Sebanyak 29 titik genangan ditangani melalui peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, hingga normalisasi saluran air.
Kawasan yang menjadi prioritas penanganan meliputi Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, kawasan Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung, dan sejumlah kawasan industri. Langkah ini diharapkan mengurangi hambatan mobilitas sekaligus memperkuat konektivitas antara permukiman dan pusat kegiatan ekonomi.
Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pembangunan fisik yang berjalan merupakan respons atas kebutuhan kota yang tumbuh sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi.
"Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut agar aktivitas ekonomi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman," ujar Li Claudia di Batam Centre, Minggu (30/8).
Menurutnya, posisi Batam sebagai kawasan strategis nasional menuntut kesiapan infrastruktur untuk mendukung aktivitas logistik dan mobilitas harian masyarakat. Karena itu, BP Batam terus mendorong percepatan pembangunan jalan dan drainase di berbagai wilayah.
Penataan kota tidak berhenti pada infrastruktur dasar. Ruang publik mulai dipercantik lewat program penghijauan dengan menanam bougenville di sejumlah ruas jalan utama. Targetnya menghadirkan lingkungan kota yang lebih hijau, bersih, dan estetik.
BP Batam juga menyiapkan sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) berbasis smart integrated PJU. Teknologi itu memungkinkan petugas memantau kondisi seluruh titik lampu secara real-time, khususnya di ruas jalan utama.
Li Claudia menambahkan, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan kemudahan berusaha dan ketersediaan infrastruktur. "Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya," katanya.
Dengan pembangunan yang makin terintegrasi, Batam diarahkan tidak hanya menjadi pusat industri, tetapi juga kota modern yang tertata, kompetitif, dan nyaman bagi masyarakat maupun dunia usaha.