Badan Pengusahaan (BP) Batam menuntaskan penanganan 29 titik banjir di Kota Batam, Kepulauan Riau, melalui serangkaian proyek perbaikan dan normalisasi drainase. Sebanyak 15 paket pekerjaan konstruksi telah diselesaikan untuk memulihkan fungsi aliran air di sejumlah kawasan rawan genangan.
BATAM — Upaya mengurangi risiko genangan di Kota Batam menunjukkan hasil. BP Batam melaporkan 29 titik banjir telah ditangani lewat berbagai pekerjaan infrastruktur, mulai dari peningkatan drainase hingga pembangunan bangunan pelintas.
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, menyebutkan penanganan itu mencakup 15 paket pekerjaan konstruksi, tiga paket pemeliharaan dan normalisasi drainase, serta satu paket kontrak payung untuk pembangunan drainase dan bangunan pelintas.
Proyek yang Sudah Rampung Dikerjakan
Beberapa proyek konstruksi yang telah selesai antara lain peningkatan drainase di kawasan Melcem Batu Ampar dan peningkatan saluran drainase Simpang Kabil. Pembangunan jembatan Jalan Raja Ali Kelana serta peningkatan saluran drainase antara Cendana dan KDA juga sudah dituntaskan.
Untuk paket pemeliharaan dan normalisasi, pekerjaan dilakukan di kawasan Simpang Helm dan Kampung Mangga melalui pembangunan box culvert crossing. Sementara itu, paket kontrak payung mencakup pembangunan bangunan pelintas di Kampung Jabi.
Penanganan Banjir Tak Bisa Parsial
Sthefani menegaskan bahwa mengatasi genangan tidak cukup hanya dengan membenahi lokasi yang terdampak. Menurutnya, penyelesaian setiap titik genangan harus mempertimbangkan keseluruhan sistem drainase yang memengaruhi aliran air di kawasan tersebut.
“Penanganan titik genangan pada dasarnya merupakan bagian dari pembenahan sistem drainase secara menyeluruh. Karena itu, penyelesaian setiap titik genangan perlu mempertimbangkan keseluruhan sistem yang memengaruhi aliran air di kawasan tersebut,” ujar Sthefani saat dihubungi di Batam, Jumat.
Kondisi itu membuat sebagian pekerjaan membutuhkan proses bertahap dan tidak selalu dapat diselesaikan dalam satu kali pengerjaan.
Evaluasi Lapangan Terus Dilakukan
Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, mengatakan tim teknis terus melakukan evaluasi berkala di lapangan. Hal ini dilakukan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual setiap kawasan.
“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” kata Mouris.
Peran Masyarakat Menjaga Drainase
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengingatkan bahwa pembenahan infrastruktur harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Ia juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan agar fungsi drainase tetap optimal.
“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” katanya.
Penanganan 29 titik banjir ini merupakan bagian dari upaya BP Batam bersama Pemkot Batam dalam membenahi infrastruktur dasar sekaligus mengurangi risiko genangan di berbagai kawasan.