ANAMBAS — Wakil Bupati Kepulauan Anambas Raja Bayu Febri Gunadian hadir dalam pembagian masker perdana di SD Negeri 001 Tarempa, Kecamatan Siantan, Senin (7/9/2026). Total sebanyak 24.498 masker akan disalurkan ke seluruh kecamatan secara serentak.
Distribusi ini merupakan respons atas memburuknya kualitas udara di wilayah tersebut akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.
Raja Bayu menyebut masker yang dibagikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus upaya preventif melindungi warga dari paparan asap. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker, terutama bagi mereka yang harus beraktivitas di luar rumah.
“Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas turut merasakan dampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi ini perlu menjadi perhatian kita bersama karena asap dapat memengaruhi kualitas udara dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ditujukan khusus kepada kelompok rentan. Anak-anak, lanjut usia, serta warga dengan sensitivitas terhadap gangguan pernapasan diminta lebih waspada.
Pemerintah daerah juga meminta masyarakat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan kesehatan. Batuk, sesak napas, mata perih, hingga iritasi disebut sebagai gejala yang perlu diwaspadai akibat paparan asap.
“Saya meminta kepada para camat, lurah, kepala desa, serta seluruh jajaran terkait agar distribusi masker ini dapat dilaksanakan secara tertib, merata, dan tepat sasaran, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Raja Bayu.
Para camat, lurah, dan kepala desa diinstruksikan memastikan penyaluran berjalan tertib dan merata di wilayah masing-masing. Hal ini dinilai penting agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Warga diimbau terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait selama kualitas udara masih terdampak kabut asap. Dengan pemakaian masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan, risiko gangguan kesehatan diharapkan dapat ditekan hingga kualitas udara kembali normal.