Jordan Firstman Isi Suara Versi Inggris Film Animasi Jim Queen

Penulis: Saifuddin Wahid  •  Sabtu, 12 September 2026 | 18:23:01 WIB
Jordan Firstman memimpin pengisi suara versi Inggris film animasi Jim Queen.

KEPULAUAN RIAU — Jordan Firstman kembali ke kancah animasi dewasa lewat proyek terbaru. Aktor yang baru menyelesaikan debut penyutradaraan "Club Kid" itu resmi memimpin jajaran pengisi suara versi bahasa Inggris untuk film "Jim Queen". Kabar ini pertama kali dilaporkan Variety bersama cuplikan perdana yang dirilis eksklusif.

"Club Kid", yang dibintangi, ditulis, dan diproduseri Firstman, juga mengguncang Cannes dan memicu perang penawaran antar-distributor. A24 akhirnya mengakuisisi film tersebut untuk rilis November mendatang.

Siapa Saja yang Mengisi Suara Jim Queen

Firstman tidak sendirian. Ia didampingi Mateo Lane, komika yang tengah menjalani tur stand-up internasional ketiganya bertajuk "We Gotta Catch Up!". Lane baru saja mencatat debut di Broadway sebagai Billy Flynn dalam "Chicago" di Ambassador Theatre, New York.

Sejumlah nama lain melengkapi jajaran pengisi suara: Nicole Byer ("Nailed It!"), John Cameron Mitchell ("Hedwig and the Angry Inch"), Bob the Drag Queen ("We're Here", "RuPaul's Drag Race"), dan Wendie Malick ("Shrinking"). Proses casting dan perekaman versi Inggris dipimpin M'saada Nia dan Wolfie Trausch, dengan Little Walnut milik Moby dan Lindsay Hicks memproduseri bersama Bobbypills.

Capaian Jim Queen di Cannes dan Box Office Prancis

Jim Queen tayang perdana di Cannes dan langsung mendapat sambutan meriah. Kritikus Variety, Guy Lodge, menyebutnya sebagai "hilarious rare shot of broad comedy that plays like a queer 'South Park' on literal steroids".

Thierry Frémaux, delegasi umum Festival Cannes, memuji premisernya sebagai salah satu yang paling berkesan. "One of the most beautiful in the festival's history in terms of atmosphere, comparable to what 'The Adventures of Priscilla, Queen of the Desert' once was," ujarnya.

Setelah Cannes, The Jokers Films merilis Jim Queen di bioskop Prancis pada 17 Juni. Film ini debut di posisi ketiga box office, hanya kalah dari "Toy Story 5" dan "Backrooms". Hingga kini, jumlah penontonnya mendekati 400.000 dengan pendapatan US$3 juta. Rilis teater akan berlanjut ke lebih dari 25 wilayah internasional dalam beberapa bulan ke depan.

Premis Cerita dan Alasan di Baliknya

Jim Queen berangkat dari premis yang tidak biasa. Kisahnya dimulai ketika Heterosis, virus misterius yang mengubah pria gay menjadi straight, menyebar di lingkaran gay Paris. Jim, sosok berotot yang dijuluki raja Gym Queens, berubah dari idola Pride menjadi orang buangan. Hanya Lucien, seorang twink yang baru keluar dari lemari, yang tetap di sisinya. Jim pun berlomba mencari obat sebelum komunitas yang dulu memujanya sirna.

Naskahnya ditulis bersama Simon Balteaux dan Brice Chevillard. Balteaux mengaku cerita ini lahir dari pengalaman pribadi. "Let's face it – gay guys are obsessed with the way we look. It can be tough in this world, because you have to be in shape and you have to be young. I'm 43, and guys look at me differently," katanya kepada Variety pada Mei lalu.

"I used to be a Gym Queen myself. Now, I'm going to be a Daddy. It's the next step, so I'm making fun of myself too. Although I'll still go to the gym tomorrow," tambahnya.

Sutradara Nguyen menambahkan bahwa film ini juga menyoroti sisi gelap komunitas. "There's a lot of toxic masculinity in the gay community, too. You think it's enough to say you're gay, only to realize you don't fit the standards because you weigh too much. It was very liberating to write this, and to write these jokes, because we talked about what we've experienced," ujarnya.

Langkah Selanjutnya untuk Pasar Amerika

Global Constellation sedang menggelar penayangan tertutup versi bahasa Inggris Jim Queen untuk pembeli dari Amerika Utara di TIFF akhir pekan ini. Hak distribusi AS masih dalam negosiasi dan belum ada kesepakatan final.

Bobbypills, studio animasi dewasa asal Eropa yang memproduseri film ini, sebelumnya menggarap "Creature Commandos" milik James Gunn untuk DC Studios dan Warner Bros. Animation. Studio yang sama juga mengerjakan "Captain Laserhawk: A Blood Dragon Remix" bersama Ubisoft Film & Television untuk Netflix, serta serial "Crisis Jung" dan "Vermin".

Di sisi lain, Firstman masih dalam proses produksi Season 2 serial HBO "I Love LA". Ia juga pernah tampil di "English Teacher" (FX) dan "Rotting in the Sun" (Mubi).

Jim Queen diproduseri David Alric dan Arthur Delabays, dengan produser eksekutif Moby dan Lindsay Hicks untuk Little Walnut, Katarzyna Janiak dan Jacek ?wigost untuk Timeless Studios, Arthur Cohen untuk Momentum Entertainment, serta Fabien Westerhoff untuk Global Constellation. Balteaux menyebut film ini sebagai pernyataan politik yang dibalut tawa. "I guess we made a political film, but it's also because laughter can be a weapon," katanya.

Reporter: Saifuddin Wahid
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top