KEPULAUAN RIAU — Data penjualan retail Gaikindo yang dilihat VIVA Otomotif pada Sabtu (12/9/2026) menunjukkan persaingan mobil listrik di pasar Indonesia kian ketat. Posisi puncak ditempati BYD Atto 1, disusul sejumlah nama yang relatif baru di segmen kendaraan listrik Tanah Air.
Atto 1 mencatat 5.560 unit pada Agustus 2026, selisih lebih dari 2.300 unit atas Jaecoo J5 di posisi kedua dengan 3.214 unit. Keduanya menjadi satu-satunya model yang mampu menembus angka 3.000 unit dalam satu bulan.
Jarak yang lebar ini menegaskan posisi Atto 1 sebagai pemimpin pasar mobil listrik nasional periode tersebut, setidaknya berdasarkan data pengiriman pabrik ke diler.
Posisi ketiga diisi Geely EX2 dengan 1.595 unit, diikuti Wuling Aira EV sebanyak 754 unit di urutan keempat. BYD M6 melengkapi lima besar dengan 679 unit.
Geely EX2 tercatat sebagai salah satu produk yang memperketat persaingan di segmen mobil listrik berharga relatif terjangkau, bersaing langsung dengan Wuling Aira EV dan BYD M6 di kelas yang sama.
AION V berada di posisi keenam dengan 563 unit, sedikit di atas iCAR V23 yang mencatat 500 unit. Kehadiran iCAR V23 menambah daftar pilihan mobil listrik merek China yang masuk dan bersaing di pasar Indonesia.
Geely EX5 mencatat 487 unit di posisi kedelapan. Geely menjadi satu-satunya merek dalam daftar yang menempatkan dua model sekaligus, yakni EX2 dan EX5.
Posisi kesembilan ditempati Wuling Darion EV dengan 443 unit, lalu MG S5 EV menutup 10 besar dengan 428 unit.
Seluruh 10 model terlaris berasal dari merek China. Komposisi ini memperlihatkan kuatnya posisi produsen Negeri Tirai Bambu di segmen kendaraan listrik Indonesia pada Agustus 2026.
Data yang dipakai adalah penjualan retail dari pabrik ke diler, bukan angka registrasi kendaraan bermotor. Angka ini biasanya menjadi indikator awal sebelum unit benar-benar sampai ke tangan konsumen.