BATAM — Patroli laut gabungan antara Ditpolairud Polda Kepri dan SPCG berlangsung di perairan Belakang Padang hingga Karang Nipah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengamanan rutin di jalur perbatasan yang menjadi salah satu lintasan kapal niaga tersibuk di Asia Tenggara.
Fokus Patroli: TPPO hingga Perompakan
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menyebut patroli ini tidak hanya untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat pesisir. Pengawasan juga diarahkan pada pencegahan kejahatan lintas negara seperti tindak pidana perdagangan orang (TPPO), penyelundupan narkotika dan barang ilegal, serta perompakan di atas kapal.
“Patroli ini juga difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi tindak pidana di wilayah perairan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Sinergi Dua Negara di Titik Koordinat Perbatasan
Usai patroli kewilayahan, kapal KP XXXI–2007 yang dipimpin langsung Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Ade Mulyana melanjutkan pelayaran menuju titik koordinat perbatasan. Di sana, personel Ditpolairud menggelar Rendezvous (RV) dengan SPCG yang dipimpin Superintendent (A1) Ahmad Najib Mohamed Naim, Commanding Officer Brani Region Base.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan koordinasi pengamanan wilayah perbatasan laut. Salah satu poin utama adalah mekanisme pertukaran informasi secara real-time terkait potensi gangguan keamanan maritim.
Kondisi Aman Terpantau Selama Patroli
Dari hasil pemantauan di Perairan Belakang Padang hingga Karang Nipah, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dilaporkan dalam kondisi aman dan terkendali. Setelah RV selesai, kapal patroli kembali melakukan pengawasan di jalur perbatasan sebelum akhirnya kembali ke pangkalan.
Patroli bersama ini menjadi agenda rutin yang memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Singapura dalam menjaga stabilitas keamanan di Selat Singapura, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.