Pencarian

Prioritas Air Bersih di Pulau Palue, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Pasokan Darurat dan Jangka Panjang

Rabu, 19 Agustus 2026 • 13:34:31 WIB
Prioritas Air Bersih di Pulau Palue, Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Pasokan Darurat dan Jangka Panjang
Menteri PU Dody Hanggodo meninjau langsung prioritas penanganan air bersih untuk warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, pascagempa magnitudo 7,7.

Sikka — Menteri PU (Pekerjaan Umum) Dody Hanggodo langsung memprioritaskan pasokan air bersih untuk sekitar 7.000 warga di delapan desa Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026. Langkah ini mencakup penyediaan air darurat sekaligus penyiapan sumber air tambahan.

Pulau Palue sendiri terletak di bagian utara Pulau Flores dan menjadi salah satu wilayah terdampak paling signifikan. Penanganan kebutuhan dasar warga pun menjadi fokus utama kementerian.

Dody menegaskan bahwa pemenuhan air bersih tidak hanya untuk kondisi sekarang, tetapi juga untuk keberlanjutan ke depan.

"Kita pastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi sekarang, sekaligus kita siapkan sumber air yang dapat mendukung kebutuhan mereka dalam jangka panjang," kata Dody Hanggodo.

Menindaklanjuti instruksi tersebut, Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw bersama jajaran melakukan peninjauan langsung ke Pulau Palue pada Selasa (18/8/2026). Bupati Sikka Juventus Kago turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Mereka mengecek tiga titik dari sekitar 10 titik longsoran yang teridentifikasi serta memeriksa sumur bor yang dibangun pada 2023. Sumur bor itu menjadi salah satu sumber layanan air dengan kapasitas sekitar 1,8 liter per detik.

Untuk kebutuhan darurat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II telah mengirimkan empat unit tandon air berkapasitas masing-masing 1.200 liter ke Pulau Palue. Sedangkan untuk jangka panjang, BBWS Nusa Tenggara II menyiapkan survei geolistrik guna memetakan potensi sumber air tanah.

Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penentuan titik potensial pengembangan sumber air baru, sehingga ketergantungan pada sumber yang ada saat ini bisa dikurangi.

Pemulihan Infrastruktur Terdampak Lainnya

Kementerian PU juga mengidentifikasi kebutuhan perbaikan bangunan pengaman pantai sepanjang kurang lebih 250 meter di kawasan Maluriu. Selain itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah menyiapkan satu unit excavator tipe PC 200 untuk membersihkan material longsoran di sejumlah titik yang mengganggu akses masyarakat.

Perhatian juga diberikan pada Kantor Camat Palue yang rusak akibat gempa, sebagai bagian dari pemulihan fasilitas pelayanan publik. Semua upaya ini dilakukan bertahap dengan tetap menjadikan air bersih sebagai prioritas utama pascagempa.

Follow batamvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks