Pencarian

Minyak Goreng MinyaKita Langka di Bintan Jelang Iduladha, Warga Desa Malangrapat Kesulitan Dapatkan Harga Murah

Kamis, 21 Mei 2026 • 17:23:01 WIB
Minyak Goreng MinyaKita Langka di Bintan Jelang Iduladha, Warga Desa Malangrapat Kesulitan Dapatkan Harga Murah
Warga Desa Malangrapat kesulitan mendapatkan minyak goreng MinyaKita menjelang Iduladha.

BINTAN — Minyak goreng merek MinyaKita, yang selama ini menjadi andalan ibu-ibu rumah tangga karena harganya lebih murah ketimbang minyak non-subsidi, mendadak sulit ditemukan di Desa Malangrapat. Warga mengaku harus berkeliling atau bahkan membeli dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) jika ada stok di warung.

Stok Kosong di Warung, Warga Keluhkan Harga Melambung

“Sekarang susah sekali cari minyak merek Kita di desa kami. Padahal kami sangat membutuhkannya untuk persiapan hari raya. Kalau pun ada di warung, harganya sudah mahal,” ujar seorang warga usai berbelanja di warung desa, Senin (19/5/2026).

Kepala Desa Malangrapat, Sakri, yang juga pemilik warung, membenarkan situasi ini. “Saya kan buka warung juga di rumah saya. Tapi kalau minyak Kita itu memang tak ada kami jual. Soalnya memang langka. Saya pun heran kok bisa seperti itu,” ujarnya di depan Swalayan Mandiri Km 16 arah Tanjung Uban.

Disperindag Akui Belum Tahu Penyebab Pasti, Staf Lapangan Mengaku Miris

Keluhan warga sempat disampaikan kepada staf Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bintan. Namun, staf yang ditemui di warung kopi Kilometer 16 arah Tanjung Uban pada Senin (19/5/2026) mengaku belum bisa memberikan jawaban pasti. “Saya bingung mau jawab apa, Bang. Karena memang saya sendiri belum tahu penyebab pastinya. Jujur, saya juga miris mendengar keluhan masyarakat, tapi belum bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan: Pasokan dari Bulog Belum Masuk

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan yang akrab disapa Iwan, akhirnya memberikan penjelasan. Menurutnya, kelangkaan MinyaKita terjadi karena pasokan dari Bulog sebagai penyalur utama belum masuk ke wilayah tersebut. “Penyebab kelangkaan minyak goreng ‘Kita’ ini lantaran dari Bulog sebagai penyalur belum masuk, dan itu sudah kami konfirmasi. Namun kami tetap berupaya mendesak Bulog supaya keterlambatan ini segera diisi, karena masyarakat saat ini sangat membutuhkannya,” tutur Iwan di warung kopi Km 16 Bintan, Selasa (20/5/2026).

Iwan menambahkan, pihaknya siap mendukung Bulog jika membutuhkan bantuan untuk mempercepat distribusi. “Pokoknya kapan Bulog minta bantu sama kita, akan kita dukung,” tegasnya.

Ironi: Warga Kota Tanjungpinang Justru Terima Bansos MinyaKita

Kondisi di Desa Malangrapat berbanding terbalik dengan Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang. Warga di sana justru menerima bantuan bahan pokok dari pemerintah berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng MinyaKita per kepala keluarga. “Iya Pak, hari ini kami ambil kupon di kantor kelurahan. Pembagiannya hari Jumat nanti,” ujar seorang warga usai mengambil kupon bantuan, Senin (19/5/2026).

Perbedaan ini memicu dugaan adanya masalah pada rantai distribusi. Warga mencurigai adanya permainan harga atau praktik penimbunan oleh oknum. Masyarakat pun berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pengawasan di lapangan.

Kantor Bulog: Distribusi MinyaKita Tak Sepenuhnya di Bawah Kami

Sementara itu, Kepala Kantor Perum Bulog Tanjungpinang, Arief, menjelaskan bahwa distribusi minyak goreng merek MinyaKita tidak sepenuhnya berada di bawah wewenang Bulog. Pernyataan ini menambah kompleksitas persoalan, mengingat Disperindag sebelumnya menyebut Bulog sebagai penyalur utama yang belum mengirim pasokan.

Bagikan
Sumber: kepripedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks