Fitur yang dijuluki sebagai “conversational editing” ini mengubah cara pengguna berinteraksi dengan galeri foto mereka. Alih-alih menggeser slider kecerahan atau memilih kuas manual, pengguna cukup mengetik instruksi seperti “remove the glare” (hilangkan silau) atau “give this a sepia tone look” (beri nuansa sepia). Google kemudian akan memproses perintah tersebut menggunakan model AI-nya untuk mengeksekusi perubahan secara otomatis.
Ekspansi Bertahap ke Lima Negara Eropa
Google mengonfirmasi bahwa fitur ini sudah mulai diluncurkan secara bertahap di Jerman, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Italia. Meski demikian, perusahaan asal Mountain View itu memperingatkan bahwa tidak semua pengguna di negara tersebut akan langsung mendapatkannya; proses roll-out bisa memakan waktu beberapa hari hingga pekan.
Yang menarik, perluasan tahap kedua ini hanya tersedia untuk perangkat Android. Sementara itu, pengguna iOS di Amerika Serikat sudah keburu menikmati fitur serupa sejak peluncuran perdana tahun lalu. Belum ada informasi kapan dukungan untuk iPhone akan tiba di Eropa.
Kekhawatiran Privasi di Pasar Eropa
Langkah Google membawa fitur AI ini ke Eropa patut dicermati. Kawasan ini dikenal dengan regulasi perlindungan data yang ketat lewat GDPR. “Edit with Ask Photos” bekerja dengan memproses data gambar di cloud, bukan semata-mata di perangkat lokal. Ini berarti Google harus memastikan kepatuhan penuh terhadap aturan privasi setempat, terutama soal bagaimana data pelatihan AI dikelola dan apakah pengguna bisa meminta penghapusan data mereka.
Google sendiri belum merilis pernyataan rinci soal kepatuhan GDPR untuk fitur ini di Eropa. Namun, ekspansi ke lima negara sekaligus mengindikasikan bahwa perusahaan telah mendapatkan lampu hijau dari regulator setempat, setidaknya untuk tahap awal.
Fitur Lain yang Mengiringi Pembaruan
Selain “Edit with Ask Photos”, Google Photos juga tengah menguji coba fitur “Wardrobe” — semacam lemari pakaian digital yang memungkinkan pengguna mengkategorikan dan mencari item pakaian dalam foto mereka. Fitur ini masih terbatas untuk pengguna tertentu dan belum diumumkan jadwal ekspansinya.
Di sisi lain, Google juga mengembalikan dukungan untuk bingkai foto digital Aura, serta menambahkan YouTube Shorts ke layar utama Google TV dan meningkatkan screensaver foto. Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa Google tengah memperkuat ekosistem visualnya di berbagai perangkat, dari ponsel hingga layar televisi.