KEPULAUAN RIAU — Ini bukan pertama kalinya laga DR Congo terkena imbas wabah. Sebelumnya, pertandingan sempat dijadwalkan di Cadiz, Spanyol, namun seorang wali kota setempat menandatangani dekret yang melarang pertandingan digelar sebagai "tindakan pencegahan". Kini, laga pun dipindahkan ke Orleans dan dinyatakan tertutup untuk umum.
Aturan Ketat dari Tuan Rumah Piala Dunia
Kekhawatiran penyebaran Ebola juga memicu aturan super ketat dari Amerika Serikat selaku tuan rumah Piala Dunia. Seluruh skuad dan ofisial tim diwajibkan menjalani masa karantina 21 hari di luar wilayah DR Congo dan dinyatakan bebas gejala sebelum diizinkan masuk ke AS.
BBC Sport melaporkan, tak satu pun dari pemain DR Congo—yang semuanya bermain untuk klub di luar negeri—berkunjung ke kampung halaman mereka belakangan ini. Namun, sejumlah staf pendukung dan suporter dilaporkan baru tiba dari sana.
Persiapan di Marbella, Kenangan 1974
Skuad asuhan pelatih DR Congo saat ini tengah mematangkan persiapan di Marbella, Spanyol, setelah menjalani pemusatan latihan 10 hari di Belgia. Dalam salah satu uji coba, mereka bermain imbang 0-0 melawan Denmark.
Ini adalah kali pertama DR Congo lolos ke Piala Dunia sejak 1974, saat mereka masih bernama Zaire. Kala itu, mereka finis di dasar grup setelah dikalahkan Skotlandia, Brasil, dan Yugoslavia.
Basis di Houston, Hadapi Portugal di Laga Perdana
Selama turnamen, DR Congo berencana bermarkas di Houston. Mereka dijadwalkan membuka kampanye Grup K melawan Portugal pada 17 Juni. Setelah itu, tim akan terbang ke Guadalajara, Meksiko, untuk menghadapi Kolombia, sebelum kembali ke AS untuk bertemu Uzbekistan di Atlanta.
Virus Bundibugyo, Vaksin Belum Ada
Wabah di timur DR Congo disebabkan oleh spesies Ebola langka yang dikenal sebagai Bundibugyo. WHO menyatakan, saat ini belum ada vaksin untuk spesies ini dan butuh waktu hingga sembilan bulan untuk menyiapkan vaksin yang siap pakai.