TANJUNGPINANG — PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang menginisiasi kolaborasi dengan komunitas dan sanggar seni lokal untuk menghadirkan panggung pertunjukan kebudayaan Melayu di area bandara. Langkah ini tidak hanya bertujuan menyambut kedatangan wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah Kepulauan Riau (Kepri).
General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan, mengatakan bahwa bandara tidak lagi sekadar tempat transit penumpang. “Bandara bukan hanya tempat datang dan berangkat penumpang, tetapi juga pintu gerbang serta etalase budaya daerah,” ucapnya, Kamis (11/6/2026).
Bantuan Sarana untuk Pelajar dan Sanggar Seni
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap fasilitas kesenian, pihak Bandara RHF menyalurkan bantuan berupa alat musik gambus untuk SMPN 7 Tanjungpinang. Selain itu, perlengkapan kostum tarian tradisional juga diberikan kepada Sanggar Seni Tari Sirih Besar Kota Tanjungpinang.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Inderi Zamar, menyambut positif inisiatif ini. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam mendukung kegiatan pendidikan dan seni merupakan langkah strategis yang membuka lebih banyak ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan bakatnya.
Kolaborasi Tiga Pilar untuk Ekosistem Kreatif
Inderi menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, sekolah, dan sektor swasta menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang kreatif dan inovatif. “Salah satu strategi untuk sukses adalah kolaborasi. Alhamdulillah, kolaborasi itu sudah nyata di depan mata hari ini bersama PT Angkasa Pura KC Bandara RHF,” ujarnya.
Program yang dijalankan melalui skema Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain. Dengan menghadirkan kesenian tradisional langsung di bandara, wisatawan bisa merasakan pengalaman budaya sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kepri.