BATAM — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengungkapkan bahwa integrasi sistem pembayaran lintas negara ini terus menunjukkan tren positif. Menurut data BI, pertumbuhan transaksi inbound dari Malaysia paling impresif, dengan lonjakan volume mencapai 1.089 persen pada 2024 dibandingkan periode sebelumnya.
“Malaysia menjadi kontributor terbesar bagi QRIS Cross Border di Kepri. Hal ini sangat masuk akal mengingat kedekatan geografis antara Kepri dengan Johor, serta tingginya lalu lintas wisatawan dan pekerja lintas batas,” ujar Rony dalam keterangannya, Kamis.
Thailand dan Singapura Juga Tumbuh Dua Digit
Selain Malaysia, transaksi inbound dari Thailand juga menunjukkan akselerasi kuat. Volume transaksi di Kepri naik dari 627 transaksi pada 2024 menjadi 1.310 transaksi sepanjang 2025. Hingga April 2026, tercatat 413 transaksi dengan nilai nominal mencapai Rp59,16 miliar.
Sementara itu, Singapura meski skalanya lebih kecil, pertumbuhannya tetap dua digit. Volume transaksi di Kepri meningkat tajam dari 5.635 transaksi pada 2024 menjadi 34.386 transaksi pada 2025, dengan nilai nominal Rp11,25 miliar.
Dampak Langsung ke UMKM dan Pariwisata di Batam, Bintan, Karimun
Rony menjelaskan bahwa pertumbuhan QRIS Cross Border memberikan multiplier effect positif bagi ekonomi Kepri, terutama sektor pariwisata dan UMKM. Dengan kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS, pengeluaran wisatawan asing di Kepri meningkat.
“Ini berdampak langsung pada pendapatan UMKM, hotel, restoran, dan destinasi wisata di Batam, Bintan, dan Karimun,” katanya.
BI Kepri Siapkan Program Digitalisasi dan Penguatan UMKM
Ke depan, Bank Indonesia bersama stakeholder terkait akan terus mendorong perluasan akseptasi QRIS Cross Border. Penguatan infrastruktur dan literasi digital di Kepri menjadi prioritas agar dampak pertumbuhan ekonomi semakin merata hingga wilayah kepulauan dan hinterland.
Untuk mendukung hal itu, BI Kepri menyiapkan sejumlah program, antara lain Road to Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026, QRIS Jelajah Indonesia 2026, hingga Creative and Innovative Riau Island Carnival (CERNIVAL). Rony optimistis digitalisasi dan penguatan UMKM akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Kepri yang lebih inklusif dan berkelanjutan.