Pencarian

BI Kepri Siapkan Strategi Pariwisata Berkualitas di Lingga, Natuna, dan Anambas, Target Wisatawan dengan Belanja Tinggi

Kamis, 25 Juni 2026 • 20:57:01 WIB
BI Kepri Siapkan Strategi Pariwisata Berkualitas di Lingga, Natuna, dan Anambas, Target Wisatawan dengan Belanja Tinggi
Kepala BI Kepri Rony Widijarto memaparkan strategi pengembangan pariwisata berkualitas di Lingga, Natuna, dan Anambas.

BATAM — Kepala KPw BI Kepri Rony Widijarto mengungkapkan, hasil survei menunjukkan Kepri unggul pada pilar keunikan destinasi, terutama potensi wisata berbasis budaya Melayu. Salah satu yang disorot adalah pengembangan wastra dan busana tradisional seperti Tudung Manto, produk asli Lingga yang dinilai memiliki peluang menjadi produk fesyen unggulan daerah.

Budaya Melayu Jadi Sumber Ekonomi Baru

"Kita ingin budaya Melayu tetap dilestarikan sekaligus menjadi sumber ekonomi baru. Potensi seperti Tudung Manto bisa dikembangkan menjadi produk fesyen," kata Rony di Batam, Kamis.

Menurut dia, pengembangan kuliner lokal dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menjadi bagian integral dalam ekosistem pariwisata berkualitas. Strategi ini dirancang agar UMKM di Lingga, Natuna, dan Anambas terlibat langsung dalam rantai ekonomi pariwisata.

Digitalisasi Transaksi Dorong Kenyamanan Wisatawan

Untuk mendukung strategi tersebut, BI Kepri terus mendorong digitalisasi transaksi melalui implementasi QRIS lintas negara (cross border). Langkah ini memudahkan wisatawan asal Malaysia dan Singapura bertransaksi di Indonesia tanpa perlu menukar uang tunai.

Data BI Kepri mencatat pertumbuhan signifikan penggunaan QRIS oleh wisatawan asing sepanjang periode 2025 hingga April 2026. Transaksi QRIS inbound dari Malaysia melonjak sekitar 500 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dalam volume, sementara nominal transaksi tumbuh 529 persen.

Transaksi QRIS dari Singapura Tumbuh 288 Persen

Adapun transaksi dari Singapura mencatat kenaikan volume sebesar 223 persen dan pertumbuhan nominal mencapai 288 persen secara tahunan. "Jumlah wisatawan dari Malaysia dan Singapura sangat besar. Digitalisasi pembayaran menjadi faktor penting untuk mendukung kenyamanan wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi pariwisata di Kepri," ujar Rony.

Ia menambahkan, dalam pengembangan pariwisata, pihaknya tidak hanya melihat bagaimana mendatangkan orang sebanyak-banyaknya. Di Kepri, potensi untuk mendorong high quality tourism dinilai sangat terbuka, yakni wisatawan mancanegara yang memiliki tingkat belanja lebih tinggi sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks