TANJUNGPINANG — Bagi Ansar, para alumni PGAN yang kini tersebar sebagai pendidik, pemuka agama, aparatur pemerintahan, hingga tokoh masyarakat adalah bukti nyata bahwa lembaga itu jauh melampaui fungsinya sebagai sekolah guru agama biasa.
“PGAN memiliki tempat yang sangat istimewa dalam sejarah pembangunan sumber daya manusia di daerah kita,” kata Ansar dalam sambutannya.
Tiga Dekade Menempa Generasi
Dalam tiga dekade keberadaannya, dari angkatan 1962 hingga 1992, PGAN telah menempa generasi yang ikut membentuk wajah Tanjungpinang dan Kepulauan Riau hingga hari ini. Ansar menegaskan, kontribusi guru agama tidak pernah lekang oleh waktu.
Yang mereka wariskan bukan semata pengetahuan, melainkan akhlak, adab, dan keteladanan. Tiga hal yang ia nilai justru semakin dibutuhkan di tengah arus perubahan sosial yang kian cepat.
“Maka alumni PGAN kini mengemban amanah ganda. Sebagai penjaga nilai moral sekaligus pembentuk karakter masyarakat,” sebutnya.
Komitmen Pemprov: Insentif 13.348 Guru TPQ dan Mubalig ke Hinterland
Pandangan itu bukan sekadar retorika seremonial. Ansar lalu memaparkan komitmen Pemprov Kepri yang sudah berjalan. Di antaranya, pengiriman 50 mubalig ke wilayah hinterland.
Pemprov juga memberikan insentif kepada 13.348 penerima yang mencakup guru TPQ dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), penyuluh agama Islam non-ASN, serta pemuka agama tetap di rumah ibadah.
“Pemprov juga menyalurkan hibah kepada 334 rumah ibadah dan menyediakan Rumah Singgah di Batam serta Jakarta bagi warga Kepri yang menjalani pengobatan,” tuturnya.
Reuni Bukan Sekadar Temu Kangen
Kepada para alumni, Ansar menitipkan harapan yang tak ringan. Reuni ini, katanya, bukan sekadar ajang temu kangen melainkan momentum untuk membangkitkan semangat baru agar setiap alumni terus memberi kontribusi lewat pemikiran, pengalaman, jejaring, dan keteladanan di tengah masyarakat.
“Kemajuan daerah tidak hanya dibangun melalui infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui pembangunan manusia yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Ia menutup malam itu dengan mengajak seluruh keluarga besar alumni PGAN untuk menjaga semangat persaudaraan, memupuk kepedulian sosial, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tetap mencintai ilmu, menjunjung nilai keagamaan, serta memiliki semangat mengabdi kepada bangsa dan daerah.