NATUNA — Di sudut Kota Ranai, Warung Nasi Kediri milik Azizah bukan sekadar tempat mengisi perut. Sejak 2013, usaha mikro ini bertransformasi. Jika dulu hanya menyajikan menu sarapan dan makan siang, kini warung itu juga menjadi pusat distribusi tembakau linting dan perlengkapannya.
Langkah diversifikasi ini lahir dari kebutuhan membaca situasi. Daya beli masyarakat yang belum stabil, menurut Azizah, memaksanya pintar memutar modal. "Dulunya cuma warung makan saja. Suami ingin buka usaha lain, tetapi sekarang beliau fokus bertani di kebun. Jadi saya yang mengelola warung makan sekaligus jualan tembakau," ujarnya kepada Koran Perbatasan, Senin (29/6/2026).
Delapan Rasa Incaran Anak Muda
Usaha tembakau linting yang dirintis Azizah berkembang pesat. Ia tidak hanya melayani pembeli eceran, tetapi juga menjadi pemasok bagi toko-toko di Ranai yang menjadi reseller. Seluruh stok tembakau didatangkan langsung dari Pulau Jawa.
Daya tarik utama usaha ini terletak pada variasi rasa. Azizah menyediakan tembakau murni serta campuran rasa mentol, kopi, vanila, susu, buah-buahan, hingga aroma bunga. "Anak-anak muda sekarang banyak yang suka mentol dan rasa buah atau kopi," jelasnya.
Harga Lebih Ekonomis Dibanding Rokok Konvensional
Strategi harga menjadi kunci. Untuk tembakau murni, Azizah membanderol Rp30.000 per ons. Sementara perlengkapan linting dijual terpisah: alat linting plastik manual Rp10.000, alat linting stainless manual Rp30.000, dan mesin linting otomatis Rp200.000. Menurutnya, harga ini jauh lebih terjangkau ketimbang membeli rokok konvensional.
Meski begitu, tantangan tetap ada. "Namanya orang jualan pasti kadang ramai, kadang sepi. Pemasukan setiap hari tidak menentu, apalagi kondisi ekonomi di Natuna sekarang," tuturnya.
Pembagian Peran dalam Keluarga
Di balik usahanya, ada pembagian peran yang jelas dengan suami. Sang suami memilih fokus mengelola kebun, sementara Azizah menjalankan warung makan dan bisnis tembakau. Keputusan ini diambil agar perekonomian keluarga tetap berjalan di tengah ketidakpastian.
Warung Nasi Kediri sendiri tetap buka melayani pelanggan dari pagi hingga malam, selama masih ada masakan. "Sarapan ada, makan siang juga. Kadang kalau malam masih ada masakan, tetap saya layani," kata Azizah. Ia berharap, baik pelanggan warung maupun konsumen tembakau linting selalu merasa nyaman setiap berkunjung.