BATAM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menggencarkan transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Wakil Menteri Atip Latipulhayat mengatakan, metode ini tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan menciptakan proses belajar yang bermakna, reflektif, dan relevan dengan tantangan nyata yang dihadapi siswa sehari-hari.
Atip menyampaikan hal tersebut dalam kuliah umum bertema Hukum Internasional dan Tantangannya pada Era Digital di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat menuntut generasi muda memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat, beradaptasi, dan berpikir kritis.
Pendidikan Harus Responsif Terhadap Dampak Digital
Wamendikdasmen mengingatkan bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum, etika, dan tanggung jawab yang harus dipahami sejak dini. Literasi digital, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
"Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta memahami berbagai dampak dari perkembangan teknologi digital," ujar Atip.
Ia menambahkan, pendekatan Deep Learning mengajak peserta didik memahami konsep secara utuh dengan menghubungkan pembelajaran dan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, siswa tidak hanya menghafal, tetapi mampu menghadapi persoalan kompleks yang terus berkembang.
Hukum Internasional Harus Responsif, Bukan Artefak Masa Lalu
Dalam kesempatan yang sama, Atip juga menyoroti pentingnya hukum internasional yang adaptif. Ia menegaskan bahwa hukum tidak boleh menjadi artefak masa lalu, melainkan harus terus berkembang dan mampu merespons tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini maupun di masa depan.
"Saya ingin menegaskan bahwa hukum internasional tidak boleh menjadi artefak masa lalu. Tetapi harus terus berkembang dan mampu merespons tantangan global yang dihadapi masyarakat saat ini maupun di masa depan," tegasnya.
Melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam, Kemendikdasmen berharap peserta didik tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi dinamika kehidupan yang berubah cepat. Generasi masa depan dituntut memiliki kemampuan memecahkan masalah, berkolaborasi, serta beradaptasi dengan perubahan yang semakin cepat.