BATAM — Kepala UPT Trans Batam Dishub Batam, Bambang Sucipto, mengungkapkan bahwa pembangunan delapan halte tersebut merupakan bagian dari upaya melengkapi fasilitas dan meningkatkan kenyamanan pengguna bus Trans Batam. “Tujuannya melengkapi fasilitas dan meningkatkan kenyamanan pengguna bus Trans Batam di titik-titik yang paling membutuhkan atau yang paling urgent,” kata Bambang saat dihubungi di Batam, Selasa.
Lokasi Prioritas: Dari Rumah Sakit hingga Kawasan Masjid Agung
Bambang menjelaskan, pemilihan lokasi pembangunan didasarkan pada tingkat urgensi dan volume penumpang tertinggi. Salah satu contohnya adalah halte di depan Rumah Sakit Awal Bros-Perumahan Casablanca yang sebelumnya dibongkar lantaran proyek pelebaran jalan. “Nanti saat jalannya sudah selesai, halte akan segera kita bangun kembali,” ujarnya.
Sejumlah titik yang masuk dalam rencana pembangunan meliputi kawasan Masjid Agung Batam, Simpang Batu Besar, depan Lanud TNI AU Batu Besar, Bundaran Base Camp, Kampung Tengah Batu Besar, serta kawasan Casablanca di depan Rumah Sakit Awal Bros. Meski demikian, Dishub Batam membuka kemungkinan penyesuaian titik sesuai kondisi di lapangan saat pelaksanaan nanti.
Target Rampung Oktober 2026 dan Skema Pendanaan Ganda
Seluruh pembangunan halte ditargetkan rampung pada Oktober 2026. Selain mengandalkan APBD, Dishub Batam juga mengajak perusahaan swasta berpartisipasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). “Di samping itu, kami juga sedang mengajak pihak swasta ikut berpartisipasi membangun halte di Batam melalui program CSR. Saat ini kami sedang menyurati sejumlah perusahaan,” kata Bambang.
Langkah ini bukan yang pertama. Pada 2025, Dishub Batam telah menambah 10 halte baru di sejumlah lokasi, termasuk Halte Politeknik Negeri Batam, Halte Plamo Garden, dan Halte Pandawa. Dishub juga berhasil menggandeng pihak swasta, seperti pembangunan Halte K-Square yang diinisiasi oleh pusat perbelanjaan setempat.
Fasilitas Bus: CCTV hingga Aplikasi Pemantau Kedatangan
Peningkatan layanan tak hanya dilakukan di halte. Bambang menegaskan bahwa armada Trans Batam sudah dilengkapi fasilitas terkini. Setiap bus memiliki lima kamera CCTV, pengisi daya telepon genggam, GPS yang bisa diakses masyarakat melalui aplikasi Sip TB untuk mengetahui posisi dan waktu kedatangan bus, pendingin ruangan, serta layar video untuk informasi dan iklan.
Penambahan halte ini diharapkan mampu mendorong minat warga Batam beralih ke transportasi publik dan mengurangi kemacetan di kota industri tersebut.