TANJUNGPINANG — Sebuah rumah di Jalan Batam, Kelurahan Sei Jang, Kota Tanjungpinang, kehilangan seluruh atapnya setelah diterjang hujan deras dan angin kencang pada Selasa (30/6/2026) pagi. Pemilik rumah, Tata Hadiyanta, mengaku sempat memindahkan barang-barang penting keluar rumah sebelum atap benar-benar ambruk.
“Awalnya atap mulai bocor. Lama-kelamaan air yang masuk semakin deras, sehingga saya langsung memindahkan barang-barang penting ke luar rumah,” ujar Tata kepada mejaredaksi, Rabu (1/7/2026).
Kronologi: Dari Bocor hingga Ambruk
Saat kejadian, Tata sedang beristirahat di ruang tengah. Ia menyadari kondisi rangka atap rumahnya yang sudah lapuk karena faktor usia. Setelah memastikan barang berharga aman, ia kembali beristirahat. Tak lama kemudian, terdengar suara benturan keras dari bagian atas rumah.
“Tidak lama kemudian atap rumah tiba-tiba roboh. Suaranya sangat keras sampai tetangga keluar rumah dan menanyakan apa yang terjadi. Saya bilang atap rumah saya roboh,” katanya.
Warga Gotong Royong Bersihkan Puing
Usai kejadian, sejumlah tetangga dan warga sekitar langsung datang membantu membersihkan puing-puing bangunan. Hingga Rabu (1/7/2026), proses pembersihan masih berlangsung. Tata memastikan seluruh barang berharganya berhasil diselamatkan tanpa kerusakan.
Tata mengaku telah melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat. Namun, ia belum mengajukan permohonan bantuan resmi ke pihak kelurahan atau pemerintah kota.
“Saya baru melapor ke RT bahwa atap rumah roboh akibat cuaca. Untuk saat ini saya belum ada meminta bantuan,” pungkasnya.