BINTAN — Produksi kerupuk dan kue buatan warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang mendapat sorotan langsung dari pejabat pusat. Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjen Pemasyarakatan, Yan Rusmanto, bersama Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Riau Aris Munandar, meninjau proses pembuatan Kerupuk Atom Lantang dan Banana Cake di area pembinaan kemandirian, Jumat (3/7/2026) lalu.
Kunjungan itu tidak hanya berhenti di bengkel produksi. Rombongan juga memeriksa ruang layanan kunjungan, dapur, hingga Klinik Pratama untuk memastikan standar kelayakan hunian dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan terpenuhi.
Dua Produk Unggulan yang Dibina di Dalam Lapas
Kerupuk Atom Lantang dan Banana Cake bukan sekadar camilan. Dua produk ini merupakan hasil pelatihan keterampilan yang dirancang agar warga binaan memiliki kemampuan wirausaha begitu kembali ke masyarakat. Proses produksinya dikelola langsung oleh warga binaan di bawah pengawasan petugas.
Selain itu, Yan Rusmanto juga mengecek pengelolaan dapur sebagai bagian dari pemenuhan gizi harian. Layanan Wartelsuspas yang menjadi jalur komunikasi warga binaan dengan keluarga serta aktivitas Koperasi Inkopasindo turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Apa yang Dicari Dirjenpas di Blok Hunian dan Klinik?
Tak hanya program kemandirian, kondisi fisik hunian dan layanan kesehatan juga menjadi prioritas peninjauan. Yan Rusmanto menyambangi langsung blok hunian dan Klinik Pratama untuk memastikan standar kelayakan tempat tinggal serta akses kesehatan bagi warga binaan berjalan optimal.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Fauzi Harahap, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, arahan dan evaluasi dari direktur akan menjadi pedoman untuk menyempurnakan program pembinaan ke depan.
“Kunjungan ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan bagi warga binaan,” ujar Fauzi.
Ia menambahkan, berbagai masukan yang diberikan akan diterapkan untuk memperkuat upaya mewujudkan kesejahteraan warga binaan melalui pembinaan yang profesional dan humanis.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembinaan Warga Binaan
Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat sinergi antara Ditjen Pemasyarakatan dengan seluruh satuan kerja di Kepulauan Riau. Yan Rusmanto didampingi jajaran Kanwil Ditjenpas Kepri dan para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Kepri.
Dengan pendekatan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan riil, Lapas Narkotika Tanjungpinang berupaya memutus rantai residivisme melalui bekal usaha mandiri. Program seperti produksi kerupuk dan kue ini menjadi contoh konkret bahwa warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali produktif.