KEPULAUAN RIAU — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat memberikan imbauan tegas soal ketertiban penumpang setelah kegaduhan antarpenumpang terjadi di KA Lembah Anai relasi Padang-Kayutanam pekan lalu. Insiden bermula dari rombongan penumpang yang dinilai terlalu berisik hingga memicu perselisihan di dalam kereta. KAI menegaskan kereta api adalah ruang publik yang wajib dijaga bersama kenyamanannya.
Padang, Sumatera Barat — Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengungkapkan bahwa kejadian bermula saat rombongan penumpang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam. Aktivitas percakapan dengan volume suara yang dianggap mengganggu penumpang lain kemudian mendapat teguran dari petugas pelayanan kereta api atau Walka.
Menurut Reza, petugas sudah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban. Namun setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara lebih tegas.
Perselisihan Antara Penumpang
Situasi memanas ketika salah seorang penumpang yang merasa terganggu ikut menegur rombongan tersebut. Perselisihan antarpengguna jasa pun tak terhindarkan. Petugas yang berada di dalam rangkaian KA Lembah Anai langsung turun tangan untuk memisahkan pihak yang terlibat dan mencegah persoalan berkembang lebih jauh.
"Petugas segera melakukan penanganan dan menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya, dan penumpang bersedia sehingga situasi kembali aman dan terkendali," ujar Reza dalam keterangannya.
Setelah kejadian tersebut, petugas memberikan pengumuman kepada seluruh penumpang agar menjaga ketenangan serta menghormati kenyamanan pengguna jasa lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan perjalanan tetap kondusif hingga tujuan.
Kereta Api sebagai Ruang Publik
KAI menegaskan bahwa kereta api merupakan ruang publik. Setiap penumpang memiliki tanggung jawab menjaga suasana perjalanan tetap tertib dan nyaman. Aturan ini bukan sekadar imbauan, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi semua pihak.
Insiden di KA Lembah Anai ini menjadi pengingat bahwa toleransi antarpenumpang sangat penting, terutama pada perjalanan jarak dekat yang banyak digunakan masyarakat untuk aktivitas harian. Video kejadian yang beredar di media sosial pun mendapat perhatian publik, menunjukkan bahwa isu ketertiban di transportasi umum masih menjadi perhatian bersama.
KAI Divre II Sumbar berharap penumpang dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga ketenangan selama perjalanan. Dengan begitu, kereta api tetap menjadi moda transportasi yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jasa.