NATUNA — Toko Devon di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memanfaatkan fitur status WhatsApp sebagai andalan utama untuk mempromosikan produk dan menyebarkan informasi harga terbaru. Admin toko, Winda Sari, mengatakan bahwa setiap kali ada barang baru atau penurunan harga, informasi tersebut langsung dibagikan melalui status WhatsApp agar pelanggan bisa mengetahui ketersediaan tanpa harus datang ke toko terlebih dahulu.
Menurut Winda, WhatsApp menjadi satu-satunya platform media sosial yang digunakan Toko Devon karena dinilai paling praktis. Ia menjelaskan bahwa ketika salah satu admin mengunggah informasi produk terbaru, karyawan lainnya turut membagikannya sehingga jangkauan promosi menjadi lebih luas.
“Setiap kali terdapat produk baru yang masuk atau barang yang mengalami penurunan harga, informasi tersebut langsung dibagikan melalui status WhatsApp. Langkah ini dilakukan agar pelanggan dapat mengetahui ketersediaan barang dan harga terbaru tanpa harus datang terlebih dahulu ke toko,” tutur Winda, Sabtu (6/6/2026).
Di balik strategi promosi digital itu, Toko Devon menghadapi kendala klasik yang kerap dialami pelaku usaha di daerah kepulauan: keterlambatan pasokan barang. Winda mengungkapkan bahwa jadwal kapal dan faktor cuaca sangat memengaruhi frekuensi pengiriman.
Dalam satu bulan, pengiriman barang terkadang hanya datang satu kali. Tak hanya itu, stok dari agen pemasok juga kerap kosong sehingga beberapa produk tidak tersedia untuk sementara waktu.
Meskipun pasokan sering terlambat, Winda memastikan bahwa harga jual kepada konsumen tetap normal dan tidak mengalami kenaikan. Pihak toko berkomitmen untuk tidak membebani pelanggan dengan fluktuasi biaya logistik.
“Setiap kali ada barang baru atau produk yang belum pernah tersedia sebelumnya, admin akan memotret produk tersebut dan mengunggahnya ke status WhatsApp agar masyarakat dapat mengetahui produk terbaru yang tersedia di Toko Devon,” ungkapnya.
Langkah Toko Devon mencerminkan adaptasi pelaku usaha kecil di daerah terpencil terhadap teknologi digital. Dengan hanya mengandalkan WhatsApp, mereka tetap mampu menjangkau pelanggan secara real-time tanpa perlu mengeluarkan biaya besar untuk iklan atau platform media sosial lainnya. Strategi ini menjadi solusi praktis bagi UMKM di Natuna yang harus menghadapi tantangan distribusi barang di wilayah kepulauan.