KEPULAUAN RIAU — Video yang diunggah jurnalis China Li Zexin di platform X memperlihatkan sebuah sedan listrik BYD berputar pada porosnya di ruang yang akan membuat mobil lain macet total. Mobil itu hanya berputar di tempat, melewati celah sempit dengan mudah. Tontonan ini telah mengumpulkan ratusan ribu penayangan dan menjadi demonstrasi nyata kemampuan teknologi motor listrik independen BYD.
BYD kini memiliki beberapa model yang mampu melakukan manuver semacam ini. Denza Z9 GT, misalnya, bisa melakukan crab walk dan pivot turn berkat konfigurasi tiga motor dengan roda belakang yang dikontrol secara independen. Sementara lini YangWang — yang mencakup sedan mewah U7, SUV U8, dan supercar U9 — melangkah lebih jauh dengan platform e4 quad-motor, menempatkan motor independen di setiap roda untuk tank turn 359 derajat.
Keluarga teknologi yang sama memungkinkan YangWang U8 mengapung di air dan supercar U9 benar-benar melompat dari permukaan tanah. Ini menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengandalkan trik pemasaran, melainkan memiliki kemampuan rekayasa yang mendalam.
Meski tank turn bukan fitur yang akan dipakai setiap hari, kemampuannya bisa menyelamatkan pengemudi yang terjebak di antara mobil yang parkir rapat. Lebih penting lagi, fitur ini menjadi demonstrasi keunggulan teknik dari membangun platform EV dengan motor independen dan software torque vectoring yang canggih.
Yang perlu dicermati, BYD benar-benar mengirimkan produk dengan fitur yang hanya dijanjikan pabrikan lain. Kesenjangan eksekusi ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pabrikan otomotif Barat. Bukan karena triknya, melainkan karena kemampuan rekayasa yang mendasarinya.
BYD kini dengan cepat memperluas kemampuan rekayasanya ke seluruh lini produk, dari Seagull seharga 13.000 dolar AS hingga SUV flagship dengan pesanan lebih dari 100.000 unit. Tank turn memang menghibur, tetapi lintasan pengembangan di belakangnya lah yang benar-benar penting.
Bagi pengguna Indonesia, kehadiran teknologi semacam ini menjadi gambaran bahwa persaingan mobil listrik global semakin ketat. BYD tidak hanya bersaing dari segi harga, tetapi juga dari inovasi teknis yang sebelumnya hanya dimiliki merek Eropa dan Amerika.