BATAM — BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mendeteksi adanya penumpukan massa udara dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Fenomena atmosfer ini dinilai mendukung pertumbuhan awan-awan hujan yang berpotensi menyelimuti hampir seluruh daerah di provinsi tersebut.
Dari tujuh wilayah yang diprakirakan mengalami cuaca ekstrem, Kepulauan Anambas menjadi daerah dengan intensitas tertinggi. Kabupaten Anambas diprakirakan langsung dihantam hujan petir pada pagi hari, beralih menjadi berawan tebal saat siang dan malam, sebelum kembali diguyur hujan ringan pada dini hari.
Suhu di Anambas diperkirakan berada di rentang 25–28 derajat Celsius dengan embusan angin dari Selatan berkecepatan 9–17 km/jam. Kondisi ini menjadikan Anambas sebagai satu-satunya wilayah yang berpotensi mengalami hujan disertai kilat dan petir dalam prakiraan hari ini.
Untuk Kota Batam, hujan ringan diprakirakan turun pada pagi dan siang hari, kemudian berawan saat malam, dan kembali hujan ringan pada dini hari. Suhu udara di Batam berkisar 25–30 derajat Celsius dengan angin dari Selatan berkecepatan 4–12 km/jam.
Sementara itu, Kabupaten Natuna mengalami pola serupa: hujan ringan dari pagi hingga siang, berawan tebal pada malam hari, dan kembali berawan pada dini hari. Suhu di Natuna lebih rendah, yakni 24–29 derajat Celsius, dengan arah angin dari Barat Daya berkecepatan 6–16 km/jam.
Dua kabupaten di Kepri justru diprakirakan tidak mengalami hujan berarti. Kabupaten Karimun diprakirakan berawan tebal pada pagi dan dini hari, serta berawan saat siang dan malam. Suhu di Karimun berada di rentang 26–29 derajat Celsius.
Kabupaten Lingga juga diprakirakan berawan tebal pada pagi hari, lalu berawan hingga dini hari. Suhu udara di Lingga berkisar 25–29 derajat Celsius dengan tiupan angin dari Selatan berkecepatan 5–14 km/jam.
"Waspada potensi akumulasi curah hujan harian mencapai kategori sedang (20 - 50 mm/hari) yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kota Batam, Tanjungpinang, Bintan, Natuna dan Kepulauan Anambas," demikian laporan BMKG yang dikutip di Batam, Selasa.
Peringatan ini berlaku mulai Selasa pukul 07.00 WIB hingga Rabu (24/6) pukul 07.00 WIB. BMKG mengimbau pemangku kepentingan dan masyarakat di wilayah terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi genangan air dan pohon tumbang akibat angin kencang.