KEPULAUAN RIAU — Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kampung Kaloko, Jeneponto, Selasa sore. Tiga unit rumah panggung milik warga—Rahang Daeng Jarre, Sanang, dan Jumrah Daeng Soppeng—ludes dilalap si jago merah. Peristiwa ini merenggut nyawa seorang wanita yang diketahui menderita kelumpuhan.
Korban ditemukan tewas di antara puing-puing bangunan setelah api berhasil dipadamkan. Menurut keterangan warga, ia tidak mampu bergerak ketika api mulai mengepung rumahnya. Kondisi fisik yang terbatas menjadi penghalang utama untuk menyelamatkan diri.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Jeneponto, Buyung Saputra, mengonfirmasi proses evakuasi. "Setelah api berhasil dipadamkan total, barulah pihak Damkar dan warga sekitar mengevakuasi korban ke rumah keluarganya untuk disemayamkan," ujarnya.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu hubungan pendek arus listrik dari salah satu rumah korban. Material rumah panggung yang didominasi kayu membuat api dengan cepat membesar. Tiupan angin kencang turut mempercepat perambatan kobaran ke bangunan di sekitarnya.
Warga yang pertama kali melihat api sempat panik. Mereka berusaha memadamkan dengan alat seadanya, namun upaya itu gagal menghentikan laju si jago merah. Dalam waktu singkat, tiga rumah sudah terbakar hebat.
Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Jeneponto menerjunkan delapan unit armada setelah menerima laporan darurat. Petugas bersama warga berjibaku menjinakkan api. Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih satu jam hingga api berhasil dikuasai total.
Penyisiran dilakukan setelah api padam. Jasad korban ditemukan di lokasi kejadian dan langsung dievakuasi ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Belum ada pernyataan resmi mengenai total kerugian material akibat kebakaran ini.