BATAM — Insiden tenggelamnya kapal kargo Batam Indah 9 terjadi sekitar pukul 06.25 WIB di titik koordinat 1°11’53.0” LU dan 103°51’42.0” BT. Laporan diterima Ditpolairud Polda Kepri pukul 06.58 WIB, dan personel langsung dikerahkan menggunakan KP 1010 menuju lokasi.
Namun, saat tiba di lokasi, kapal sudah tidak tampak. Tim kemudian berkoordinasi dengan Coast Guard Singapura yang tengah berpatroli di sekitar wilayah kejadian. Dari hasil koordinasi, diketahui seluruh kru telah lebih dulu dievakuasi oleh kapal AYU 68.
“Sekitar pukul 07.55 WIB kami memperoleh informasi bahwa seluruh awak kapal yang berjumlah delapan orang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” kata Kasubdit Penegakan Hukum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Andhika Aer, Selasa.
Petugas Ditpolairud kemudian mencari posisi kapal penyelamat dan menemukan AYU 68 di perairan Selat Singapura. Personel naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan awal dan meminta keterangan dari para korban.
Proses penurunan korban sempat tertunda karena posisi kapal penyelamat masih berada di wilayah teritorial Singapura. KP 1010 Ditpolairud harus menunggu izin dari Vessel Traffic Service (VTS) Singapura sebelum akhirnya keluar dan menunggu di perairan Tolop, Kecamatan Belakang Padang.
Selanjutnya, Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapur merapat ke kapal AYU 68 dan mengambil alih evakuasi. “Seluruh kru kemudian dipindahkan ke KAL Mapur untuk dibawa menuju Lanal Batam. Saat ini seluruh awak kapal telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ungkap AKBP Andhika.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Batam Indah 9 diketahui berangkat dari Pelabuhan Sekupang, Batam, menuju Singapura dengan membawa muatan elektronik. Kapal mengalami insiden di tengah pelayaran sebelum akhirnya tenggelam.
Seluruh awak kapal sempat menyelamatkan diri sebelum dievakuasi. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh Ditpolairud Polda Kepri dan instansi terkait.
Upaya konfirmasi terpisah telah dilayangkan kepada KSOP Batam, namun belum mendapat tanggapan.