KEPULAUAN RIAU — Lima panti asuhan yang mendapatkan santunan antara lain Panti Asuhan Pembawa Terang, Panti Asuhan Air Mata Mama, Yayasan Humania, Panti Asuhan Firdaus Asso, dan Panti Asuhan Muhammadiyah Abepura. Pertamina tidak menyebutkan nominal pasti bantuan, namun kegiatan ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, menegaskan program ini lebih dari sekadar penyerahan bantuan materi. “Kami ingin menyalakan harapan, menghadirkan senyuman serta menunjukkan empati yang mendalam bahwa anak-anak yatim dan dhuafa juga bagian dari keluarga besar bangsa ini,” ujar Awan dalam keterangan resmi, Rabu.
Awan menambahkan, Pertamina Berkah menjadi wadah untuk merajut kebersamaan lintas agama dan toleransi. Menurutnya, kegiatan ini adalah komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama di Papua.
Salah satu penerima manfaat, Panti Asuhan Muhammadiyah Abepura, menyambut baik kepedulian Pertamina. Pengasuh panti, Ustadz Andi Arif, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. “Alhamdulillah Pertamina selalu konsisten menjadi inspirasi untuk yang lainnya bahwa pentingnya berbagi karena masih banyak teman-teman kita yang membutuhkan uluran tangan,” katanya.
Andi berharap program serupa terus berlanjut. “Semoga Pertamina semakin jaya dan bisa terus membantu meringankan beban anak-anak,” imbuhnya.
Melalui semangat berbagi berkah, Pertamina menargetkan program Pertamina Berkah bisa menjadi jembatan kebaikan yang memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Ini bukan kali pertama Pertamina menggelar aksi sosial di Papua. Sebelumnya, perusahaan pelat merah itu juga aktif dalam program pendidikan dan kesehatan di wilayah timur Indonesia.
Dengan populasi anak yatim dan dhuafa yang cukup tinggi di Jayapura, kehadiran bantuan seperti ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi para pengasuh panti. Pertamina berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama di daerah-daerah operasionalnya.