Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Lagi, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer ke Arah Barat Laut

Penulis: Muzakir Salim  •  Rabu, 08 Juli 2026 | 11:59:01 WIB
Kolom abu erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki mencapai 1,4 kilometer ke arah barat laut.

JAKARTA — Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat erupsi terbaru terjadi pada Selasa siang, melontarkan material abu setinggi hampir tiga kilometer di atas permukaan laut.

Kolom Abu Kelabu Tebal Bergerak ke Barat Laut

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan letusan terjadi pukul 11.37 WITA. Tinggi kolom abu terpantau mencapai 2.984 meter di atas permukaan laut atau sekitar 1,4 kilometer dari puncak gunung.

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut," kata Lana dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.

Durasi Erupsi Hampir 1,5 Menit dengan Amplitudo 47,3 mm

Rekaman seismogram menunjukkan erupsi ini memiliki amplitudo maksimum mencapai 47,3 milimeter. Durasi kegempaan tercatat berlangsung selama kurang lebih 1 menit 27 detik.

Gunung yang berada di Kabupaten Flores Timur ini masih berstatus Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan potensi erupsi masih tinggi dan bisa terjadi sewaktu-waktu.

Radius Bahaya 5 Kilometer, Warga Dilarang Beraktivitas

Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi ketat menyusul kondisi tersebut. Masyarakat di sekitar gunung, pengunjung, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Lana mengimbau warga untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya pada isu-isu terkait aktivitas vulkanik yang tidak jelas sumber kebenarannya.

Rekomendasi: Waspadai Potensi Hujan Abu dan Lahar Dingin

Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki juga diminta mewaspadai potensi lahar dingin, terutama saat musim hujan. Abu vulkanik yang sudah menumpuk di lereng bisa terbawa air hujan dan menjadi banjir bandang.

Badan Geologi terus memantau perkembangan aktivitas gunung api tersebut dan akan memperbarui status jika terjadi perubahan signifikan.

Reporter: Muzakir Salim
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top