BATAM — Meski langit Kepulauan Riau tampak bersahabat hari ini, BMKG mengingatkan bahwa ancaman hujan mendadak tetap mengintai. Fenomena global tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap cuaca di wilayah tersebut, tetapi kondisi lokal justru menjadi pemicu.
BMKG menjelaskan bahwa belokan angin dan pertemuan angin (konvergensi) terjadi di sekitar Kepri. Suhu muka laut yang hangat turut membuat ketersediaan uap air tetap tinggi, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di atmosfer.
Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi pada siang dan sore hari. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan membawa payung atau jas hujan.
Berdasarkan data BMKG yang berlaku mulai Senin pukul 07.00 WIB hingga Selasa (14/7) pukul 07.00 WIB, berikut kondisi cuaca di tujuh kabupaten/kota se-Kepri:
Dari seluruh wilayah, Natuna menjadi satu-satunya daerah yang diprakirakan diguyur awan tebal tanpa jeda cerah sejak pagi. Sementara daerah lain masih sempat menikmati sinar matahari di pagi hari.
Pola angin di sebagian besar Kepri bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan bervariasi. Kecepatan angin paling rendah tercatat di Bintan, yakni 4 km/jam, sementara paling kencang terjadi di Lingga dan Anambas yang mencapai 25 km/jam.
BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal kecil untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin saat hujan petir terjadi. Kondisi ini bisa berlangsung singkat namun berbahaya bagi pelayaran.