Orang-orang Kepulauan Riau punya kebiasaan unik soal oleh-oleh. Bukan cuma sekadar bungkusan manis, mereka lebih suka membawa makanan yang bisa diceritakan asal-usulnya. Saya ingat betul beberapa tahun lalu, saat mampir ke sebuah toko di Pasar Bintan Center, seorang ibu penjual langsung menyodokkan sebungkus kecil sambal kering. “Ini yang paling dicari orang Jakarta, Mbak. Tahan sebulan, rasanya beda,” katanya. Dari situlah saya mulai paham, oleh-oleh Kepri bukan soal kemasan, melainkan rasa yang melekat pada ingatan.
Artikel ini akan mengupas enam oleh-oleh khas yang paling sering dicari wisatawan dan perantau. Mulai dari yang mudah ditemukan di bandara hingga yang harus dibeli langsung di kampung penghasilnya. Semua berdasarkan pengalaman dan obrolan langsung dengan pelaku UMKM di Kepulauan Riau.
Ini oleh-oleh paling praktis dan favorit banyak orang. Berbeda dengan sambal terasi basah yang cepat basi, versi kering Kepri dibuat dengan cara digoreng hingga renyah. Teksturnya seperti abon, tapi rasa pedas dan gurih terasinya tetap terasa.
Di Tanjungpinang, sambal ini dijual dalam kemasan plastik atau toples kecil. Cocok dijadikan lauk dadakan: cukup taburkan di atas nasi hangat atau campurkan ke dalam mi rebus. Harganya bervariasi tergantung ukuran kemasan, jadi sebaiknya tanya langsung ke penjual di pasar tradisional.
Kue kering ini jadi primadona saat Lebaran, tapi sebenarnya bisa ditemukan sepanjang tahun di toko oleh-oleh besar di Batam dan Bintan. Bahan dasarnya tepung sagu dan santan, menghasilkan tekstur yang lumer di mulut. Rasa manisnya tidak berlebihan, cocok untuk teman minum teh.
Yang perlu diperhatikan, kue bangkit asli Kepri biasanya tidak menggunakan bahan pengawet. Jadi, jika membeli dalam jumlah banyak, pastikan menyimpannya di wadah kedap udara agar tetap renyah. Saya pernah membeli kue bangkit dari seorang perajin di Kampung Bugis, Tanjungpinang, dan rasanya jauh lebih legit dibanding yang dijual di supermarket.
Ikan salai adalah ikan yang diasapi dengan kayu khusus hingga kering dan beraroma khas. Di Kepri, ikan yang paling sering dijadikan salai adalah ikan pari, ikan sembilang, dan ikan tenggiri. Proses pengasapan membuat ikan ini tahan lama tanpa perlu dimasukkan kulkas.
Wisatawan sering membeli ikan salai untuk dibawa pulang sebagai lauk praktis. Cara memasaknya mudah: cukup digoreng atau dibakar sebentar. Aroma asapnya akan memenuhi dapur dan mengingatkan Anda pada suasana pesisir. Untuk mendapat kualitas terbaik, carilah ikan yang masih utuh, tidak berlendir, dan baunya tidak tengik.
Kerupuk ikan di Kepri berbeda dengan kerupuk ikan dari daerah lain. Teksturnya lebih padat dan rasa ikannya sangat dominan. Bahan baku utamanya adalah ikan tenggiri segar yang dicampur tapioka dan bumbu rempah. Setelah dikukus, kerupuk dijemur hingga kering lalu digoreng.
Kerupuk ini sering dijadikan pelengkap nasi lemak atau sekadar camilan sore. Di Batam, beberapa toko menjual kerupuk ikan dalam kemasan besar yang cukup untuk stok sebulan. Tips dari penjual: pilih kerupuk yang warnanya putih bersih, bukan kekuningan, karena itu tanda ikan yang digunakan masih segar.
Bolu kemojo adalah kue basah khas Melayu yang bentuknya mirip bunga kemojo (bunga cempaka). Warnanya hijau dari daun suji atau pandan, dengan tekstur lembut dan sedikit berserat. Rasa manisnya berasal dari gula pasir dan santan kental.
Kue ini mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional di Tanjungpinang dan Bintan. Namun, karena tidak menggunakan pengawet, bolu kemojo hanya bertahan 2-3 hari pada suhu ruang. Jika ingin dibawa pulang ke luar kota, pastikan membelinya di hari terakhir perjalanan dan simpan di kulkas. Satu hal yang saya pelajari: bolu kemojo asli tidak menggunakan pewarna makanan mencolok, warnanya hijau alami dari daun suji.
Sirup lontar dibuat dari nira pohon lontar yang banyak tumbuh di pesisir Kepri. Rasanya manis alami dengan aroma khas yang tidak dimiliki sirup buah lain. Teksturnya sedikit kental dan warnanya cokelat muda hingga keemasan.
Sirup ini biasa dicampur dengan es batu dan perasan jeruk nipis untuk menyegarkan tenggorokan di cuaca panas. Di beberapa warung di Tanjungpinang, sirup lontar dijual dalam botol kaca atau botol plastik. Pastikan kemasannya rapat agar tidak tumpah di perjalanan. Saya merekomendasikan untuk membeli langsung dari petani lontar di Desa Busung, Bintan, jika Anda punya waktu lebih.
Apakah sambal terasi kering Kepri bisa dibawa ke luar negeri?
Bisa, karena sudah dikeringkan dan tidak mengandung cairan. Pastikan kemasannya rapat dan dimasukkan ke dalam bagasi kabin sesuai aturan maskapai.
Berapa lama ikan salai bisa bertahan tanpa kulkas?
Ikan salai yang diasapi sempurna bisa bertahan hingga 2 minggu pada suhu ruang, asalkan disimpan di tempat kering dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Di mana tempat terbaik membeli bolu kemojo di Tanjungpinang?
Pasar Bintan Center dan Pasar Tanjungpinang adalah tempat paling mudah menemukan bolu kemojo. Biasanya dijual di lapak kue tradisional di lantai dasar.
Apakah kerupuk ikan Kepri halal?
Sebagian besar kerupuk ikan buatan UMKM di Kepri menggunakan bahan halal. Namun, sebaiknya tanyakan langsung ke penjual atau cek sertifikat halal yang tertera pada kemasan.
Sirup lontar apakah aman untuk penderita diabetes?
Sirup lontar mengandung gula alami dari nira, jadi tetap perlu dibatasi konsumsinya. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki kondisi medis tertentu.
Oleh-oleh khas Kepulauan Riau bukan cuma soal rasa, tapi juga cerita tentang budaya Melayu dan kehidupan pesisir. Dari sambal kering yang pedas hingga sirup lontar yang manis, setiap bungkusan membawa kenangan akan laut, hutan, dan keramahan masyarakat setempat. Jadi, saat Anda berkunjung ke Kepri, jangan ragu untuk bertanya langsung ke penjual—mereka biasanya punya rekomendasi rahasia yang tidak tertulis di buku panduan.