KEPULAUAN RIAU — Pelindo Regional 2 menggandeng KBL Tanjung Priok dan Puskesmas Kecamatan Cilincing dalam pelaksanaan kegiatan di Balai Warga RW 14 tersebut. Pemeriksaan gratis mencakup skrining TBC dan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat yang sehari-hari tinggal di sekitar kawasan pelabuhan.
Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok hadir langsung dalam acara itu, didampingi jajaran manajemen keuangan, SDM, dan humas perusahaan. Mereka menyebut pemilihan lokasi di Kalibaru bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan tinggi di Jakarta Utara yang berbatasan langsung dengan area operasional Pelindo.
Kepala Puskesmas Kecamatan Cilincing dan perwakilan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara turut memantau jalannya pemeriksaan. Deteksi dini TBC menjadi prioritas karena penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di lingkungan padat hunian.
Selain layanan medis, Pelindo menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim piatu di Kelurahan Kalibaru. Acara ini juga dihadiri perwakilan Wali Kota Jakarta Utara, Camat Cilincing, Lurah Kalibaru, serta Karang Taruna setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan itu menunjukkan sinergi antara BUMN pelabuhan dengan pemerintah daerah dalam pembangunan sosial.
Senior Manager Keuangan, SDM, Umum dan KBL Tanjung Priok menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat. Program Pelindo Sehat 2026 sendiri masuk dalam skema NPEA Proyek Strategis yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup warga sekitar pelabuhan.
Pelindo Regional 2 Tanjung Priok berencana melanjutkan program serupa secara berkala. Perusahaan menargetkan perluasan jangkauan layanan kesehatan ke kelurahan lain di Kecamatan Cilincing pada periode mendatang. Langkah ini sejalan dengan arahan holding Pelindo yang mewajibkan setiap regional mengalokasikan anggaran TJSL untuk kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.
Bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, Pelindo berkoordinasi dengan Puskesmas Cilincing dan Pustu Kalibaru untuk memastikan akses pengobatan gratis tidak terputus. Kolaborasi dengan dinas kesehatan setempat menjadi kunci agar manfaat program tidak berhenti pada acara seremonial.